Berita Terbaru :
Pemkot Madiun Wacanakan Pola New Normal Sektor Pendidikan
Pasar Hewan di Lumajang Akan Kembali Dibuka
Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
KPAI Buka Posko Pengaduan PPDB 2020, Ini Nomor Kontaknya
Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
   

Berkah Mudik, Nelayan Beralih Profesi Ojek Gendong
Rehat  Selasa, 04-06-2019 | 20:07 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Tradisi ini sudah berjalan sejak puluhan tahun sebagai penghasilannya tambahan. Dalam sehari, para nelayan mampu meraup hingga Rp 200 ribu perharinya. Foto Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Puluhan nelayan pesisir di kecamatan Jangkar Situbondo beralih profesi sebagai tukang buruh ojek gendong. Mereka menggendong para pemudik tujuan Raas Pulau Madura untuk dapat naik ke atas perahu.

Cara ini dilakukan karena tidak ada dermaga untuk perahu bersandar. Sehingga sejumlah warga Pesisir Jangakar Situbondo, mengais rezeki di pelabuhan tradisional jangkar. Mereka mendadak beralih profesi sebagai jasa ojek gendong, demi memperoleh penghasilan tambahan.

Tradisi musiman yang telah berjalan selama puluhan tahun ini cukup unik. Sebab para ojek tidak membutuhkan transportasi apapun, hanya stand bye di bibir pantai sesambil menunggu penumpang yang hendak naik ke atas perahu kecil.

Bagi yang bertubuh besar, mereka harus di gendong dengan menggunakan dua orang. Namun bagi anak anak dan orang dewasa, hanya di gendong oleh satu orang.

Ningsih salah satu pemudik mengaku, takut basah saat menuju perahu angkut. Dengan terpaksa menggunakan jasa ojek gendong dan terhindar dari air laut.

Pemudik ini digendong dari bibir pantai sampai menuju perahu yang nantinya menghantarkan ke kapal layar motor. Untuk tarif, para pemudik harus membayar Rp 5 ribu untuk sekali gendong .

Samhuri salah satu ojek gendong, dalam sehari ojek gendong musiman ini dapat menggendong 50 hingga seratus orang. Mulai dari pagi hingga sore hari, penghasilannya lumayan. Rata-rata bisa mencapai seratus hingga Rp 200 ribu. (pul)

Berita Terkait

Berkah Mudik, Nelayan Beralih Profesi Ojek Gendong

Berkah Ramadhan, Omset Catering Rumahan Meningkat 100 Persen

One Night One Juz, Konsep Sholat Tarawih di Masjid Al Birru Bojonegoro

Berkah Ramadhan, Pengrajin Kopiah Kain Percah Batik Kebanjiran Permintaan
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
Politik  7 jam

Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Pendidikan  6 jam

Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Infotainment  5 jam

Pasar Hewan di Lumajang Akan Kembali Dibuka
Ekonomi Dan Bisnis  2 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber