Berita Terbaru :
Belajar di Pos Ronda Demi Mendapat Wifi Gratis
Pemkot Janji Segera Lunasi Anggaran Pilkada Surabaya
15 Hektar Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat
Gus Ipul Masih Perlu Waktu untuk Menjawab Soal Maju Pilkada Kota Pasuruan
Surabaya Turun Status Jadi Zona Oranye
Diduga Kurang Hati - Hati , Pria Tak Dikenal Tabrak kereta
Pengambilan Paksa Jenazah Diduga Covid-19 Terjadi Lagi
Happy Ending, Pemkot Akhirnya Perbolehkan Pekerja Seni Kembali Tampil
Susah Sinyal, Guru dan Siswa Belajar Jarak Jauh Lewat HT
Pertahankan Tanah Suaminya, Istri Salim Kancil Diperiksa Polda Jatim
Polisi Rekrut Puluhan Sopir Angkot Untuk Kampanyekan Protokol Kesehatan Kepada Penumpang
Sampai 10 Agustus Ini, Pembayaran Wajib Pajak Sudah Mencapai Rp 1 Triliun Lebih
Era Normal Life Wajib Lakukan Protokol Kesehatan di Wisata Coba Jahe
KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pandemi Covid 19, BKKBN dan Komisi IX DPR RI Kampanye KB
   

Tradisi Akhir Ramadhan Dengan Bermain Bola Api
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 04-06-2019 | 13:42 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Untuk mengisi waktu luang dan sambil menunggu datangnya sahur, sejumlah anak-anak di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, mempunyai tradisi unik. Setelah selepas tarawih mereka bermain bola api.

Sebelum bermain bola api, mereka harus menyiapkan dulu batok kelapa tua untuk direndam di minyak tanah. Setelah direndam hampir seharian, barulah batok kelapa ini dibakar dan siap di gunakan sebagai alat sepak bola api.

Permainan sepak bola api ini mirip dengan sepak bola atau futsal. Pemainnya terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk 1 team, yang membedakan hanya bolanya saja.

Menurut Bahrul, salah satu pemain bola api, ada beberapa cara aman jika bermain bola api agar tidak menghindari luka bakar, yaitu pemain tidak boleh membawa atau menggiring bola terlalu lama. "Selain itu pemain juga jangan sampai mengontrol bola dengan kepala," kata Bahrul.  

Bermain bola api mempunyai tantangan tersendiri, bagi anak-anak ini selain unik permainan ini juga menantang adrenalin. Sebab para pemainya harus menendang bola dari batok kelapa yang terbakar api dan tentunya sangat panas .

Permainan seperti ini biasanya mereka lakukan saat libur sekolah, yakni saat momen akhir ramadhan menjelang hari raya. (yos)

Berita Terkait

Tradisi Akhir Ramadhan Dengan Bermain Bola Api

Ramaikan Malam Ramadhan, Anak-Anak Bermain Sepak Bola Api

Rratusan Warga Berebut Takjil Bubur Arab
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  22 jam

Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Peristiwa  7 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  10 jam

Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber