Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Kedatangan warga untuk belanja kebutuhan lebaran, seperti baju dan kue lebaran. Meski cuaca buruk terjadinya gelombang besar, tidak mempengaruhi minat warga untuk melakukan tradisi ini. Foto Farid
Tradisi Toron Petolekoran Belanja Kebutuhan Lebaran Warga Pulau Gili ke Daratan
Sabtu, 01-06-2019 | 12:46 wib
Oleh : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Pada hari ke 27 bulan ramadhan, ribuan warga Pulau Gili Ketapang di Probolinggo melakukan tradisi toron petolekoran, atau tradisi turun ke daratan Pulau Jawa Kota Probolinggo. Mereka terlebih dulu menyeberang lautan sejauh 3 mil menggunakan kapal motor.

Seketika suasana Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo dipenuhi ribuan warga Pulau Gili Ketapang. Saat ini dari sekitar 10 ribu jiwa warga di Pulau Gili Ketapang hampir 70 persen meninggalkan pulau.
 
Satu-persatu kapal datang silih berganti membawa warga yang hendak berbelanja di pusat kota. Satu kapal bisa memuat lebih dari 50 penumpang. Setiba dari dermaga, warga masih harus menumpang ojek atau becak, untuk sampai ke pusat kota.

Meski sedang berpuasa dan harus menempuh hampir 1 jam perjalanan laut, warga tetap melakoni tradisi leluhur untuk memeriahkan lebaran.

Menurut Ilmiah, warga Pulau Gili Ketapang,  tradisi "toron petolekoran", atau tradisi turun meninggalkan Pulau Gili selama sehari penuh. Tujuannya ke pusat kota untuk berbelanja kebutuhan lebaran atau sekedar jalan-jalan.
 
Dengan banyaknya warga Pulau Gili datang ke Kota Probolinggo membuat jasa angkutan kapal tradisional mendapat berkah. Meski cuaca sedang tidak bersahabat, secara keseluruhan perairan utara Probolinggo masih aman.

Kurdi salah satu pemilik kapal misalnya, pada tradisi petolekoran ini penghasilannya naik dua kali lipat. Penumpang rata-rata lebih dari 50 penumpang. "Setelah puas seharian berbelanja atau jalan-jalan, sebelum maghrib tiba, mereka harus kembali ke Pulau Gili. Kemudian warga kembali ke daratan jawa setelah lebaran hari ke tujuh nanti," kata Kurdi. (pul)

Berita Terkait


Tradisi Bulan Suro, Warga Berebut Hasil Pertanian

Pemkab Nganjuk Bersama Masyarakat Gelar Tradisi Siraman Sedudo

Angkat Tradisi Kuno, Warga Gelar Tumpengan Serabi

Tradisi Rokat Tasek Atau Selamatan Laut


Tradisi Rokat Tasek Atau Selamatan Laut

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah

Seni Melestarikan Budaya Alat Musik Tradisional Terompet Tetet

Tradisi Rajah Tubuh di Bulan Muharram Terus Dilestarikan

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber