Berita Terbaru :
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
   

Polisi Sebut Penyebab Ledakan Maut Karena Gesekan Bahan Aktif Petasan
Peristiwa  Jum'at, 31-05-2019 | 18:16 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Ledakan bahan petasan yang menyebabkan satu orang tewas dan dua lainnya luka bakar di Kediri, kini dalam penyelidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri. Kepolisian memastikan penyebab terjadinya ledakan dikarenakan terjadi gesekan saat korban mencampurkan bahan pupuk urea dengan potasium .

Dwi Mutiara dan Sumaji, korban ledakan petasan asal Dusun Sukorejo , Desa Kepung , Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Pelem, Kediri. Keduanya mengalami luka bakar serius dan patah kaki serta tangan.

AKP Ambuka Yudha Ardi Putra, Kasat Reskrim Polres Kediri mengatakan, pihaknya belum dapat memintai keterangan satu korban ledakan, karena masih dalam keadaan koma. Dari penyelidikan sementara, disimpulkan bahwa ledakan yang terjadi di rumah Rukmini, akibat adanya gesekan saat korban Budi dan Sumaji mencampurkan bahan petasan dari pupuk urea dengan potasium .

"Kami belum menemukan bukti praktek jual beli petasan yang dilakukan oleh para korban. Akan tetapi, aktivitas pembuatan petasan tersebut hanya untuk perayaan Lebaran, yang selama ini menjadi tradisi tahunan. Kepolisian tidak menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut , melainkan sebuah kecelakaan," ungkap AKP Ambuka.

Berkaca dari kasus ledakan petasan maut ini, Polres Kediri akan melakukan operasi zeri petasan dengan sasaran pengguna, pelaku penjualan, serta orang yang memproduksi , akan ditindak secara berjenjang. Selain itu, apabila menemukan praktek pembelian maupun pembuatan bubuk mesiu akan dijerat dengan undang-undang darurat.(end)




Berita Terkait

Polisi Sebut Penyebab Ledakan Maut Karena Gesekan Bahan Aktif Petasan

Polisi Probolinggo Olah TKP Ledakan Petasan

Diduga Racik Petasan, Satu Orang Kaki Terputus dan 7 Rumah Rusak

Diduga Membawa Petasan, Sepeda Motor Meledak Nyaris Tewaskan Pengendara
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  6 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  16 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  19 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber