Berita Terbaru :
Polisi Olah TKP Kejadian Kebakaran Mobil Menewaskan Dua Anak
Kyai Tokoh Masjid Ampel Tutup Usia Saat Sholat
Risma : Belum Saatnya Bahas New Normal untuk Kota Surabaya
Pesta Narkoba di Villa Pacet, Dua Sopir Travel Digerebek Petugas BNN Kota Mojokerto
New Normal, Jokowi Kerahkan Aparat Disiplinkan Warga di Keramaian
Warga Giripurno Kembali Jalani Rapid Test, Pasien Reaktif Langsung di-Swab Massal
Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Sepeda Motor Ini Terbakar
Tiga Karyawan Reaktif, Layanan Dispendukcapil Tulungagung Ditutup Sementara
Tak Terima Tanaman Pete Ditimbuni Sampah, Kakak Ipar Bantai Adik Ipar
Polisi Periksa 3 TKW Yang Mudik Dari Taiwan
Dua Balita Asal Lumajang Terkonfimasi Positif Corona
Satu Rumah Roboh, Tiga Rumah Rusak Parah
Banjir Bandang Terjang Pantura
Tekan Penyebaran Covid-19, Warga Dirikan Kampung Tangguh Secara Swadaya
Perpanjangan PSBB Surabaya Raya Mulai Hari Ini Hingga 8 Juni
   

Wartawan Bagikan Takjil Disela-Sela Liputan
Mataraman  Kamis, 30-05-2019 | 18:26 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Berbagai macam cara dilakukan untuk meraih berkah dibulan suci ramadhan, salahasatunya yang dilakukan oleh puluhan wartawan di Nganjuk, disela sela kesibukan liputan. Para awak media ini menyisihkan dana pribadinya dan menyempatkanya memberikan santunan kepada para kaum dhuafa yang luput dari bantuan pemerintah, wartawan juga membagikan takjil.

Puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nganjuk ini, memilih cara untuk mencari berkah di bulan suci ramadhan. Salahsatunya dengan menyantuni warga yang kurang mampu.

Santunan berupa sembako dan uang tunai ini diberikan kepada sejumlah warga yang tersebar di 5 kecamatan di Nganjuk. Salah satunya Samsul Hudan, warga miskin yang menderita tumor mata yang luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Samil menahan sakit di mata kirinya, Samsul Huda bersyukur mendapatkan batuan sembako dari para wartawan. Sebab ia megaku belum mendapatkan bantuan secara maksimal dari pemerintah, terkait pengobatan matanya.

Uang hasil dari pekerjaan sebagai pemecah batu suangi, gak mampu menobati sait matanya hingga pada proses operasi. Untuk makan sehari hari saja ia megaku kesulitan.

Semetara menurut Adik Sukaca, Ketua PWI Nganjuk, baksos pemerian santunan kepada warga kurang mampu merupaan program tahunan organisasi, sebagai bentuk kepedulian wartawan kepada warga miskin dinganjuk, meski dengan dana murni dari iuran para anggota.

Acara dilanjutkan dengan pembagian takjil di depan kantor PWI, serta buka bersama.

Berita Terkait

Gethuk Lindri Rasa Kurma Ponorogo Laris Manis

Es Permen Karet Menu Buka Puasa Primadona Pelepas Dahaga

Beburu Minuman Takjil Kopi Kurma Dimasa Pandemi Covid-19

Berburu Takjil di Pasar Physical Distancing, Ditengah Penerapan PSBB
Berita Terpopuler
Banjir Bandang Terjang Pantura
Peristiwa  5 jam

Cegah Pemudik, Warga Pasang Portal Pocong dan Keranda Mayat di Pintu Masuk Kampu...selanjutnya
Covid-19  7 jam

Polisi Amankan Balon Udara Yang Nyaris Bakar Rumah Warga
Peristiwa  6 jam

Satu Rumah Roboh, Tiga Rumah Rusak Parah
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber