Berita Terbaru :
Tak Mampu Beli Kuota Internet, Siswa Belajar Menggunakan HT
Unik, Emak-Emak Duta Masker Polres Blitar Sosialisasikan Bermasker ke Pasar
Dispertan Ngawi Sarankan Petani Alih Tanam Palawija
Timnas Senior dan Timnas U-19 Berharap Tuah Sidoarjo
Rumput Lama Stadion GBT Sudah Mulai Dikupas
Warga Perumahan Sedati Permai Meninggal Mendadak di Dalam Rumah
Sarbusmi Tuntut Pemprov Jatim Kawal Tindakan PHK Sepihak
Pelanggar Dihukum Baca Pancasila dan Menyapu Pasar
Sakit Hati Diputus Cinta, Pria ini Culik dan Sekap Mantan Pacar
Aniaya Dokter Banyuwangi, Tiga Oknum Ormas Diringkus
PDIP Juga Belum Umumkan 5 Calon Daerah di Jatim
BPK Jawa Timur Menang Gugatan Tingkat Pertama di PN Malang
Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Dituding Dukun Santet, Pria Dibunuh Dengan Raket Nyamuk
Ini Alasan PDIP Belum Umumkan Bacalon Walikota Surabaya
   

Mahasiswa Pendemo Terdiam Saat Walikota Balik Bertanya
Peristiwa  Rabu, 29-05-2019 | 18:45 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Puluhan mahasiswa demo di depan kantor Walikota Probolinggo Jawa Timur pada Rabu sore. Mereka menagih janji Walikota-Wakil Walikota selama menjabat 99 hari kerja. Tidak sampai orasi, orang nomor satu di Kota Probolinggo ini tiba-tiba muncul menemui mahasiswa. Mahasiswa tampak kebingungan saat walikota balik bertanya program apa yang belum terealisasi selama menjabat.

Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin yang datang menemui pendemo tanpa pengawalan dan hanya didampingi organisasi perangkat daerah (OPD).
 
Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini terhenyak saat melihat salah satu poster yang dibawa mahasiswa bertuliskan 99 Hari Kerja Ngapain Aja.
 
Walikota meminta tunjuk tangan siapa yang menulis kalimat tersebut. Setelah beberapa lama, ada perwakilan mengaku sebagai yang menulis.
 
Habib Hadi kemudian menjelaskan, dia baru menjabat selama 80 hari kerja, bukan 99 hari kerja. Selain itu, selama menjabat walikota, dia sudah merealisasikan sekolah gratis, meresmikan layanan on call 112, mall pelayanan publik juga diresmikan. Ditambah santunan kematian dan akte kematian selesai 3 hari saja.
 
Mendengar penjelasan walikota, mahasiswa akhirnya terdiam. Bahkan walikota meminta mahasiswa terus mengawal programnya di 5 tahun ke depan.
 
Menurut Abu Hanifah, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Probolinggo, mahasiswa hanya ingin memastikan program yang sudah dilaksanakan Walikota Probolinggo periode 2019-2024.
 
Sementara itu, menurut Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, aksi mahasiswa merupakan bentuk dari kebebasan berpendapat, jadi sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, ada misskomunikasi antara mahasiwa dengan Pemerintah Kota Probolinggo.
 
Usai demo, akhirnya mahasiswa membubarkan diri secara tertib.(end)

Berita Terkait

Bawa Keranda, Mahasiswa UPN Minta Keringanan UKT

Gelar Demo, Mahasiswa Segel Gedung Dewan

Demo Mahasiswa Unair Minta Keringanan UKT Berlangsung Ricuh

Demo Mahasiswa Tolak Raperda RTRW Berakhir Ricuh
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  11 jam

Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Konsultasi Psikologi  5 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  12 jam

DPRD Nganjuk Desak Agar Usaha Pok Pok Ilegal Ditutup
Politik  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber