Berita Terbaru :
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
Jelang New Normal, ASN Mulai Masuk Kantor
   

Mahasiswa Pendemo Terdiam Saat Walikota Balik Bertanya
Peristiwa  Rabu, 29-05-2019 | 18:45 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Puluhan mahasiswa demo di depan kantor Walikota Probolinggo Jawa Timur pada Rabu sore. Mereka menagih janji Walikota-Wakil Walikota selama menjabat 99 hari kerja. Tidak sampai orasi, orang nomor satu di Kota Probolinggo ini tiba-tiba muncul menemui mahasiswa. Mahasiswa tampak kebingungan saat walikota balik bertanya program apa yang belum terealisasi selama menjabat.

Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin yang datang menemui pendemo tanpa pengawalan dan hanya didampingi organisasi perangkat daerah (OPD).
 
Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini terhenyak saat melihat salah satu poster yang dibawa mahasiswa bertuliskan 99 Hari Kerja Ngapain Aja.
 
Walikota meminta tunjuk tangan siapa yang menulis kalimat tersebut. Setelah beberapa lama, ada perwakilan mengaku sebagai yang menulis.
 
Habib Hadi kemudian menjelaskan, dia baru menjabat selama 80 hari kerja, bukan 99 hari kerja. Selain itu, selama menjabat walikota, dia sudah merealisasikan sekolah gratis, meresmikan layanan on call 112, mall pelayanan publik juga diresmikan. Ditambah santunan kematian dan akte kematian selesai 3 hari saja.
 
Mendengar penjelasan walikota, mahasiswa akhirnya terdiam. Bahkan walikota meminta mahasiswa terus mengawal programnya di 5 tahun ke depan.
 
Menurut Abu Hanifah, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Probolinggo, mahasiswa hanya ingin memastikan program yang sudah dilaksanakan Walikota Probolinggo periode 2019-2024.
 
Sementara itu, menurut Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, aksi mahasiswa merupakan bentuk dari kebebasan berpendapat, jadi sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, ada misskomunikasi antara mahasiwa dengan Pemerintah Kota Probolinggo.
 
Usai demo, akhirnya mahasiswa membubarkan diri secara tertib.(end)

Berita Terkait

Mahasiswa Sumenep Tuntut Tambak Udang Segera Ditindak

Ratusan Mahasiswa PMII Gelar Demo Tolak Kenaikan Iuran BPJS

Ratusan Mahasiswa Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Marak Calo SIM, Mahasiswa Demo Polres Tuban
Berita Terpopuler
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  1 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  16 jam

Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  4 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  18 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber