Berita Terbaru :
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
   

Frustasi Harga Cabe Anjlok, Petani Buka Wisata Petik Cabe Gratis
Peristiwa  Selasa, 28-05-2019 | 18:52 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Petani cabai di Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo,Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, membuka wisata petik cabe rawit. Jika pada umumnya tempat wisata dipungut biaya tiket masuk dan sebagainya, namun di tempat wisata yang satu ini pengunjung bisa masuk bahkan memetik dan membawa cabe rawit dengan gratis.

Wisata petik cabai rawit gratis yang bertempat di Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Tempat wisata yang berdiri di lahan pribadi seluas 1500 meter persegi ini dikelola oleh Suhartini dan suaminya.

Di lahan tersebut, mampu ditanami sekitar tujuh ribu bibit cabe, dengan harga satu bibit 200 rupiah atau senilai 1,4 juta rupiah sekali tanam. Dari 7000 bibit, pihaknya bisa memanen cabai hingga 3 kali dalam 5 bulan terakir.

Pada panen pertama, Suhartini bisa menghasilkan 10 kilogram, dengan harga jual masih mencapai Rp 17 ribu per kilogram. Kemudian, pada panen kedua, hasil panen mampu mencapai 30 kilogram dengan harga Rp 14 ribu per kilogram. Namun, pada panen ketiga kali ini, Suhartini memilih tidak panen karena harga turun drastis hingga Rp 4 ribu per kilogram.

Oleh karena itu, Suhartini berinisiatif untuk membuka wisata petik cabai rawit dengan gratis, agar dirinya tak semakin dalam merasakan kerugian. "Tujuannya agar tanaman cabai yang ia tanam segera habis dan diganti dengan komoditas sayuran yang lebih menguntungkan," kata Suhartini.

Dengan permasalahan tersebut, petani yang tergabung dalam Kelompok Karya Tani Desa Pandanrejo ini hanya bisa berharap agar pemerintah mampu menstabilkan harga. Sehingga petani tidak merugi dan pekerja atau buruh tani juga tetap mendapat pekerjaan.(end)

Berita Terkait

Harga Cabai Anjlok Drastis, Petani di Tuban Merugi

Harga Makin Mahal, Penjagaan Tanaman Cabai Ekstra Ketat

Frustasi Harga Cabe Anjlok, Petani Buka Wisata Petik Cabe Gratis

Jelang Lebaran, Harga Cabe Besar dan Kubis Turun
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  20 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  19 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  6 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  17 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber