Berita Terbaru :
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Lestarikan Sumber Mata Air, Bupati Bojonegoro Bersama Forkopimda dan Masyarakat Kerja Bakti
   

Puluhan Siswa-Siswi SMALB Kemala Bhayangkari Ikuti Kegiatan Pondok Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan  Selasa, 28-05-2019 | 08:26 wib
Reporter : Simon, Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Puluhan siswa SMALB Kemala Bhayangkari Trenggalek, mengikuti kegiatan pondok ramadhan yang akan dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan ini rutin dilakukan tiap bulan ramadhan, kegiatan ini diisi dengan membaca Al-Quran.

Dijelaskan Pardiono, Kepala SMALB Kemala Bhayangkari Trenggalek, menjelaskan, untuk tiga hari kedepan merupakan hari-hari efektif dan diisi dengan kegiatan pondok ramadhan semisal kegiatan membaca al-quran.

"Bagi yang tunanetra membaca Al-Quran braile, untuk yang tunarungu membaca dengan Al-Quran awas, sedangkan untuk tunagrahita membaca al-quran huruf awal. Selain baca Al-Quran juga akan di laksanakan pendalaman materi shalat dan wudhu, termasuk juga materi akhlak," kata Pardiono.

Bagi penyandang tunanetra melakukan wudhu perlu diajarkan secara khusus, selain itu juga hal yang lain seperti dalam pembacaan dan sikap juga ada yang masih bingung dan kesulitan. Sehingga pendalamannya akan dilakukan semampu siswa masing-masing.

Sebab dari berbagai tingkat kemampuan akan diberikan materi sesuai dengan kemampuan, jadi belum semua bisa lancar. Masih ada yang sampai huruf awal, satu ayat, semua dilayani dengan pendekatan individual.

Karena seperti penyandang tunanetra sendiri ada juga yang berbeda, seperti masih bisa melihat dan membaca, namun dengan jarak yang sangat dekat. Maka pendekatan satu persatu anak sangat membantu memperdalam materi.

Meski tiap-tiap siswa memiliki kekurangan, namun mereka nampak cukup antusias mengikuti kegiatan kali ini. Selama mengikuti kegiatan ini, para siswa-siswi smalb kemala bhayangkari terus diawasi oleh pembimbing.

Dijelaskan Mukhtar Mustofa, guru mengaji al quran braile, ia tidak mengalami kesulitan sama sekali. Namun karena kemampuan tiap siswa berbeda jadi yang menyulitkan adalah pembagian waktunya.

"Kalau belajar Al-Quran braille sendiri tidak sulit, bentuknya sama dengan al quran awas hanya berbeda bentuk. Untuk bisa mulai baca tulis hingga mengeja huruf membutuhkan waktu sekitar 6 bulan," ujar Mukhtar. (yos)

Berita Terkait

Puluhan Siswa-Siswi SMALB Kemala Bhayangkari Ikuti Kegiatan Pondok Ramadhan

Puluhan Janda Berusia Lanjut Usia Ikuti Ponpes Ramadhan

Pondok Ramadhan, Narapidana Perbanyak Amal Sholeh
Berita Terpopuler
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Metropolis  2 jam

Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  12 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  13 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  32 menit



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber