Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Doa Bersama Untuk Kedamaian Indonesia
Minggu, 26-05-2019 | 06:15 wib
Oleh : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Memanasnya suhu politik di Jakarta, yang berujung jatuhnya korban jiwa, membuat Forpimda dan ulama di Kabupaten Ngawi prihatin. Mereka menggelar doa bersama, setelah sholat tarawih, agar tuhan memberikan kedamaian bagi Indonesia.

Kegiatan doa bersama, Forpimda Kabupaten Ngawi Dan ulama, dilaksanakan di Masjid As Shabah Desa Sumber Bening Kecamatan Bringin. Aktivitas diawali dengan  sholat tarawih berjamaah, selain ratusan warga setempat, anggota TNI dan Polri juga ikut beribadah.

Sholat tarawih, dipimpin oleh Kyai Abdul Hamid, salah satu ulama yang dihormati warga setempat.  Merespon situasi politik pasca pemilu yang memanas, saat sholat witir, para jamaah membaca doa qunut nazilah, memohon kepada tuhan, agar terhindar dari segala marabahaya.

Setelah sholat berjamaah, forpimda dan ulama melaksanakan doa bersama untuk kedamaian negeri ini. Mereka berharap, agar kericuhan di Jakarta, yang menelan korban jiwa tidak meluas ke daerah lain.

Korban kerusuhan di Jakarta akibat sengketa  Pilpres mencapai delapan orang. Tak hanya peserta aksi, sejumlah warga sipil juga menjadi korban kerusuhan. (yos)



Berita Terkait


Lagi, Tiga Habaib Pembakar Polsek Tambelangan Sampang Ditangkap Polda

Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Polri Menangani Kerusuhan 22 Mei

Doa Bersama Untuk Kedamaian Indonesia

Viral Video Brimob Hajar Pedemo, Ternyata Ini Faktanya


Rusuh 22 Mei, Sudah 6 Orang Meninggal Dunia, 200 Terluka

Jelang 22 Mei, Polisi Perketat Keamanan Stasiun Gubeng

Cegah Aksi 22 Mei, Ratusan Aparat Gabungan Razia di Jalur Tol Paspro

Antisipasi Aksi 22 Mei, Petugas Amankan Senapan Angin Saat Razia Kendaraan

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber