Berita Terbaru :
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
   

Masjid Sewulan Saksi Penyebaran Islam di Madiun
Tempo Doeloe  Sabtu, 25-05-2019 | 01:09 wib
Reporter : Tova Pradana
Masjid Sewulan menjadi saksi penyebaran Islam di wilayah Madiun. Tokoh penyebar Islam bernama Kyai Ageng Basyaraiah. Foto Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Di Kabupaten Madiun ada sebuah masjid bersejarah. Salah satu masjid tersebut terletak di Kecamatan Dagangan.

Bangunan Masjid Sewulan dibangun sekitar tahun 1740 masehi oleh Raden Mas Bagus Harun atau Kiai Ageng Basyariyah.  Saat memasuki kawasan Masjid Sewulan Madiun , harus melewati gapura pintu masuk. Bangunan Masjid Sewulan ini masih asri dan terjaga kondisinya. Meskipun terlihat beberapa penambahan bangunan di kanan dan kiri, namun ruang utama masjid masih dipertahankan. 

Situs peninggalan Islam tertua di Madiun telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2004. Arsitektur bangunan masjid sangat kental dengan arsitektur Jawa.  Seperti masjid-masjid kuno lainnya, Masjid Agung Demak,  Masjid Kudus,  Masjid di Solo dan masjid di Yogyakarta.  Tembok masjid memiliki ketebalan sekitar 1 meter.

Bangunan utama Masjid Sewulan ditopang dengan empat pilar atau tiang dari kayu. Ukiran ukiran pada mimbar khutbah untuk imam masjid menceritakan jaman lampau di tempat penyebaran agama Islam Wilayah Madiun. Bagian atap masjid berbentuk piramida, dan memiliki berundak tiga.  Ini bermakna ada tiga tingkatan yaitu Iman, Islam , dan Ihsan. Empat tiang yang menyangga masjid memiliki arti 4 mazhab.

Di bagian depan masjid ada kolam yang berisi air. Setiap orang yang masuk ke masjid, akan melewati kolam ini supaya kakinya suci. Dulu kolam kolam ini juga dijadikan tempat pemandian oleh santri yang kerap mengaji di masjid.

Pegiatan budaya Madiun, Muhammad Baidhowi mengatakan,  tanah yang digunakan untuk pembangunan masjid merupakan hadiah dari Keraton Kartasura pada kala itu . "Kiai Ageng Basyariyah diberi tanah pardikan, karena dianggap berhasil mengembalikan Kartasura  dari tangan tentara China yang merebut keraton pada tahun 1743-1741 M," kata M Baidhowi.

DI bulan ramadan ini, pengunjung masjid semakin ramai. Umat Islam yang datang ke masjid ini selain untuk salat,  juga berziarah ke makam Kiai Ageng Basyariyah.

Mulai malam 21 ramadan, biasanya masjid Sewulan Madiun dipenuhi umat yang ingin melaksanakan salat malam menyambut kedatangan malam seribu bulan atau lailatul qadar. (pul)

Berita Terkait

Masjid Cheng Ho Sholat Jumat & Sholat Ghaib Doakan Korban Covid 19

Diduga Selewengkan Dana Masjid , Kasun Dituntut Mundur

Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat

Warga Saudi Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Masjid Kembali Dibuka
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  30 menit



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber