Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Tim Dinkes Kota Batu Periksa Kandungan Zat Berbahaya Pada Mamin Sejumlah PKL
Jum'at, 24-05-2019 | 18:28 wib
Oleh : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Guna menciptakan rasa aman bagi warga maupun wisatawan saat jajan makanan olahan di Kota Batu, terutama pada makanan saji dan hidangan takjil yang banyak dijual bebas, Dinas Kesehatan Kota Batu menggelar operasi pemeriksaan makanan dan minuman (mamin) di sentra pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Kota Batu. Hasilnya dari 14 sampel mamin yang diuji secara acak, tim temukan kandungan formalin.

Banyaknya makanan dan minuman (mamin) yang dijual bebas terlebih saat bulan puasa untuk menu takjil, yang tidak jelas kebersihannya, membuat Dinas Kesehtan Kota Batu menggelar operasi makanan dan minuman untuk mengetahui, apakah jajanan makanan maupun minuman tersebut mengandung pewarna berlebih atau bahan berbahaya lainnya.

Operasi pemeriksaan makanan dan minuman (mamin) yang digelar oleh Dinas Kesehatan ini digelar di sejumlah tempat terpisah di Kota Batu. Salah satunya, di pusat perdagangan penjual kaki lima (PKL) di kawasan Alun Alun Kota Batu.

Secara acak dan sampling petugas Dinas Kesehatan membeli dan mengambil sampel makanan yang dijual oleh pedagang untuk dilakukan pemeriksaan, apakah makanan siap saji ini mengandung bahan pewarna berlebihan atau barang berbahaya lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg. Kartika Trisulandari mengatakan pemeriksaan mamin ini dilaksanakan oleh tim terpadu terdiri dari Dinas Kesehatan, Diskumdag, Satpol PP dan Kominfo.

"Tim ini melakukan pemeriksaan kandungan zat berbahaya yang mungkin digunakan dalam makanan siap saji, takjil dan makanan lain yang siap makan, bukan makanan olahan," tuturnya.

"Tidak hanya memeriksa fisik makanan secara kasat mata, namun melakukan pemeriksaan makanan cepat dengan menggunakan perlengkapan rapid test. Sehingga diketahui kandungan dalam makanan tersebut sehingga Dinas Kesehatan kemudian akan mengeluarkan pemberitahuan terkait layak tidaknya makanan untuk dikonsumsi," teangnya lebih lanjut. 

Sejumlah sampel makanan yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan rapid tes untuk mengetahui kandungan makanan, apakah masih menggunakan bahan berbahaya seperti borax atau formalin ataupun zat lainnya.

"Hasilnya, dari 14 sampel makanan yang dikumpulkan terdapat dua jenis jajanan yang setelah diperiksa secara teliti terdapat kandungan formalin dan sedikit borax," ungkap drg Kartika.

Meski demikian untuk lebih detail mengetahui jumlah kandungan zat berbahaya ini, tim akan memeriksanya lagi dengan alat khusus, untuk kemudian jika memang berbahaya untuk dikonsumsi maka tim akan melakukan pembinaan kepada pedagang dan juga melarang pengunnaan zat berbahaya tersebut untuk digunakan pada makanan.(end)

Berita Terkait


Dalam Bahaya, 4 Kecamatan di Sampang Kritis Air

Satgas Pangan Amankan Sejumlah Barang Kadaluarsa dari Hypermart

Sidak Makanan Minuman, Petugas Masih Temukan Produk Tidak Layak

Jelang Lebaran, Polisi Gencar Razia Petasan dan Mamin


Razia Mamin, Petugas Gabungan di Jombang Temukan Makanan Kadaluarsa Sejak Oktober 2018

Petugas Gabungan Sidak Pasar Tradisional, Temukan Sejumlah Mamin Kadaluarsa

Sidak Mamin, Tim Gabungan Temukan Cao Berbahan Borak

Jelang Lebaran, Petugas Gabungan Kembali Sidak Mamin

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber