Berita Terbaru :
Polda dan Bonek Siap Hijaukan Surabaya Dari Covid 19
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
Ditabrak Minubus, Mobil Fortuner Terjun Ke Sungai
Dua Pengendara Motor Tewas Disruduk Truk
Tutup Selama Pandemi Covid, Pemilik Usaha Water Park Ngawi Rugi Ratusan Juta
Tim Gugus Tugas Tinjau Persiapan Kampus Tangguh
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Persetujuan
BKKBN Jatim Baru Tercapai 70 Ribu Akseptor
   

Kisah Roti Maryam di Jaman Penyebaran Agama Islam di Tanah Air
Kampung Ramadhan  Jum'at, 24-05-2019 | 09:20 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Bila ngabuburit dengan mengunjungi lokasi wisata religi makam Sunan Ampel, anda harus mencicipi Roti Maryam, yang banyak dijual. Namun tak banyak yang tahu, kenapa roti ini diberi nama Roti Maryam. Roti asal Timur Tengah ini, diberi nama Roti Maryam karena mempunyai cerita unik tersendiri di jaman penyebaran Islam di tanah air.

Roti bundar dengan rasa gurih ini cukup disukai masyarakat. Apalagi jika anda berkunjung lokasi wisata religi makam Sunan Ampel, tak lengkap rasanya jika tidak mencari roti ini.  

Terbuat dari tepung, mentega dan telor, roti ini merupakan roti khas Timur Tengah, yang banyak dijual di sekitar Masjid Sunan Ampel. Jika di Timur Tengah disebut canai, maka di sini disebut Roti Maryam.

Pemberian nama ini memiliki kisah sendiri bagi warga Ampel. Cerita yang beredar dari mulut ke mulut, nama Roti Maryam ini diambil dari seorang wanita keturunan Arab yang hidup di jaman penyebaran Islam di tanah air kala itu. Sang wanita ini bernama Maryam, sering membuat roti dengan rasa yang lezat dan gurih.

Roti buatannya ini, tidak dimakan sendiri, melainkan diberikan dan disedekahkan pada warga pribumi di sekitar Masjid Ampel. Hingga akhirnya, warga menyebutnya roti ini dengan nama Roti Maryam.

Namun sayangnya, karena rentang waktu yang lama, membuat para pedagang tak tahu asal usul nama Roti Maryam. Mereka hanya bisa membuat dan menjual. Resep pembuatanya pun turun temurun . 

Di bulan Ramadan seperti ini, para pembeli berdatangan untuk membeli roti ini, untuk menu berbuka puasa. Harganya, pun relatif murah sekitar Rp 4 ribu per helai roti.

Saat bulan puasa seperti ini, menjadi berkah para pedagang. Dibanding hari biasa, penjualan roti hanya sekitar 20 kilogram. Namun saat ini dapat mencapai dua kali lipat lebih antara 40 kilogram hingga 50 kilogram.(end)

Berita Terkait

Kisah Roti Maryam di Jaman Penyebaran Agama Islam di Tanah Air
Berita Terpopuler
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Sosok  29 menit

Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan G...selanjutnya
Metropolis  12 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  6 jam

Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Per...selanjutnya
Malang Raya  10 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber