Berita Terbaru :
Sidoarjo Kembali Zona Merah,Kapolresta Sidoarjo Pertayakan Perubahan Tersebut
BKKBN Meminta Pasutri Menunda Kehamilan di Tengah Pandemi Covid 19
Berpura-Pura Beli Es Campur, Janda Anak Satu Nekat Embat Hanphone Penjual
Setiajit Sudah Mengirim Surat Pengunduran Diri ke Gubernur
Penularan Masih Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Tidak Seharusnya Dilakukan
Ritual Sembahyang Penghormatan Dewa Diwarnai Kericuhan
Joko Widodo Beri Penghargana 22 Tenaga Medis Meninggal Dan Beberapa Tokoh Nasional
Protap Hajatan di Tengah Pandemi Covid 19 Dalam New Normal
Soal Bangli Maospati, Satpol PP Koordinasi Dengan BBWS Solo
Siswa SD Positif Covid-19, Pembelajaran Luring Harus Perhatikan Protokol Kesehatan
Lima Pejabat Mendapatkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Dari Gubernur Jatim
Kepala SD Meninggal Akibat Covid 19, 3 Anggota Keluarga Positif
Dijadwalkan Hari Ini, Putusan Sengketa Pemilukada Surabaya Diundur Sabtu
Enam SMA di Ponorogo Akan Jalani Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Ribuan Insan Pariwisata Terdampak Covid 19 Terima Bansos
   

Kisah Roti Maryam di Jaman Penyebaran Agama Islam di Tanah Air
Kampung Ramadhan  Jum'at, 24-05-2019 | 09:20 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Bila ngabuburit dengan mengunjungi lokasi wisata religi makam Sunan Ampel, anda harus mencicipi Roti Maryam, yang banyak dijual. Namun tak banyak yang tahu, kenapa roti ini diberi nama Roti Maryam. Roti asal Timur Tengah ini, diberi nama Roti Maryam karena mempunyai cerita unik tersendiri di jaman penyebaran Islam di tanah air.

Roti bundar dengan rasa gurih ini cukup disukai masyarakat. Apalagi jika anda berkunjung lokasi wisata religi makam Sunan Ampel, tak lengkap rasanya jika tidak mencari roti ini.  

Terbuat dari tepung, mentega dan telor, roti ini merupakan roti khas Timur Tengah, yang banyak dijual di sekitar Masjid Sunan Ampel. Jika di Timur Tengah disebut canai, maka di sini disebut Roti Maryam.

Pemberian nama ini memiliki kisah sendiri bagi warga Ampel. Cerita yang beredar dari mulut ke mulut, nama Roti Maryam ini diambil dari seorang wanita keturunan Arab yang hidup di jaman penyebaran Islam di tanah air kala itu. Sang wanita ini bernama Maryam, sering membuat roti dengan rasa yang lezat dan gurih.

Roti buatannya ini, tidak dimakan sendiri, melainkan diberikan dan disedekahkan pada warga pribumi di sekitar Masjid Ampel. Hingga akhirnya, warga menyebutnya roti ini dengan nama Roti Maryam.

Namun sayangnya, karena rentang waktu yang lama, membuat para pedagang tak tahu asal usul nama Roti Maryam. Mereka hanya bisa membuat dan menjual. Resep pembuatanya pun turun temurun . 

Di bulan Ramadan seperti ini, para pembeli berdatangan untuk membeli roti ini, untuk menu berbuka puasa. Harganya, pun relatif murah sekitar Rp 4 ribu per helai roti.

Saat bulan puasa seperti ini, menjadi berkah para pedagang. Dibanding hari biasa, penjualan roti hanya sekitar 20 kilogram. Namun saat ini dapat mencapai dua kali lipat lebih antara 40 kilogram hingga 50 kilogram.(end)

Berita Terkait

Kisah Roti Maryam di Jaman Penyebaran Agama Islam di Tanah Air
Berita Terpopuler
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  7 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  18 jam

Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Konsultasi Psikologi  15 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  12 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber