Berita Terbaru :
Pengunjung Cafe Hingga Kelompok Pemotor Terjaring Razia Jam Malam
Satgas OJK Temukan 105 Fintech Pinjaman Online Ilegal
Simulasi Wedding New Normal, Sejumlah Tradisi Dialihkan Untuk Cegah Penularan Covid-19
Matsani, Dari Supir Pribadi Menjadi Pengusaha Barbershop
Taksi Laut Tetap Eksis Sejak Tahun 1960
Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan
Pemerintah Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila
KAI Daop 8 Surabaya Kembali Operasikan KA Rute Surabaya-Jakarta
Jawa Timur Kembali Dapatkan Bantuan Obat Avigan
Nekat Curi Hape Dagangan, Karyawan Konter Plasa Marina Ditangkap
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
   

Pengedar Upal Lewat Facebook Mulai Diadili
Hukum  Rabu, 22-05-2019 | 19:47 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Sunardi, terdakwa pengedar uang palsu akhirnya diadili di Pengadilan Negeri Surabaya. Terdakwa yang kedapatan membawa 65 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu ini diancam pasal 36 ayat 3 juncto pasal 26 ayat 3 Undang-Undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.

Dalam dakwaanya, jaksa Suparlan dari Kejari Surabaya menyatakan terdakwa Sunardi terbukti membawa uang palsu sebanyak 65 lembar pecahan Rp 100 ribu. Dalam dakwaan, terdakwa Sunardi membeli uang palsu tersebut melalui Facebook atas nama Rio Hariyanto, yang masih buron.

Melalui Facebook tersebut, terdakwa memesan uang rupiah palsu dengan kesepakatan terdakwa membayar Rp 2 juta dan diganti dengan 65 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Selanjutnya terdakwa menjual uang palsu tersebut ke seseorang bernama Yusuf dengan harga Rp 3 juta untuk 60 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp 100 ribu.

Guna memperkuat dakwaan, jaksa memanggil saksi dari Polsek Karangpilang. Jaksa menjerat terdakwa dengan pasal 36 ayat 3 juncto pasal 26 ayat 3 Undang-Undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. Sidang yang diketuai majelis hakim Dwi Winarko akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda tuntutan.(end)

Berita Terkait

Jelang Pilkada, Polisi Amankan 2 Residivis Pengedar Upal

Coba Coba Buat Upal, Perangkat Desa Dijebloskan ke Bui

Jelang Lebaran, Polisi Gencar Razia Upal

Pengedar Upal Lewat Facebook Mulai Diadili
Berita Terpopuler
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  9 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  23 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  23 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  22 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber