Berita Terbaru :
Diduga Korsleting Listrik, Atap Rumah Terbakar
Ratusan Pekerja Seni dan Pemilik Usaha Sound Sistem di Banyuwangi Gelar Aksi di Depan Kantor Gugus Tugas Covid-19
Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Kasus Kematian Covid-19 Lampaui Persentase Global
   

Melon Persegi Banyak Diminati Konsumen
Metropolis  Rabu, 22-05-2019 | 07:20 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Melon Golden Langkawi banyak dipesan di pasar modern. Harga lebih mahal 5 kali lipat, hanya merubah bentuk melon bulat menjadi persegi atau bentuk hati.
Sidoarjo pojokpitu.com, Siapa yang tak mengenal buah melon, apalagi di bulan ramadhan ini banyak terjaja di pasar-pasar, emperan jalan hingga pasar modern. Peminatnya mulai dari orang tua hingga anak-anak. Rasa yang manis dan penuh dengan kandungan air, menjadi panganan berbuka puasa yang pas.

Namun tau kah anda, di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Jawa Timur Sidoarjo, tengah kembangkan melon berbentuk persegi dan hati yang bernilai jual fantastis. Jika melon berbentuk bulat dihargai Rp 18 ribu perkilogramnya, sedangkan untuk persegi bisa mencapai Rp 45 ribu persatu biji melon.

Meski harga lebih mahal hingga 5 kali lipat, tak sedikit para penikmatnya untuk membeli. Sebab tekstur dagingnya yang lembuh dan renyah, hingga rasa manis alami saat diolahan menjadi panganan.

Menurut Hadi Sulistyo,Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, melon yang dikembangkan jenis golden langkawi. Dapat dipanen setiap 55 hingga 60 hari, dan banyak dipesan oleh pasar modern. Sistem penanaman telah sesuai dengan SOP, hingga memperoleh sertifikasi prima 3.

Untuk melon berbentuk persegi sendiri telah diuji coba sejak tahun 2010. Saat ini baru mendapatkan ukuran cetakan yang pas. Sedangkan untuk melon berbentuk hati masih dalam tahap percobaan, hingga nantinya didapatkan ukuran cetakan yang pas. "Saat ini melon telah dipasarkan ke berbagai pasar modern, baik di sekitar kawasan Surabaya dan Sidoarjo hingga Jakarta," kata Hadi Sulistyo.

Namun belum banyak petani di Indonesia melihat peluang mengembangkan melon golden langkawi. Apalagi dibuat berbagai bentuk, untuk menaikan harga jual dan meningkatkan perekonomian petani.

Para petani lebih banyak memilih benih lokal seharga Rp 200 perbijinya, ketimbang benih melon golden langkawi yang seharga Rp 2 ribu perbijinya. Padahal biaya perawatan kedua jenis melon ini sama saja. (pul)

Berita Terkait

Petani Resah, Panen Buah Melon Rusak Dan Harga Pasaran Anjlok

Petani Melon Ngawi Megeluh Harga Turun

Musim Penghujan, Petani Melon Sidoarjo Rugi Besar

Tanggulangi Gagal Panen Pasca Banjir, Petani Melon Bersihkan Lahan
Berita Terpopuler
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Peristiwa  4 jam

Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Covid-19  7 jam

Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Peristiwa  7 jam

Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Malang Raya  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber