Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Mencuri Jajanan Karena Lapar, Seorang Pemuda Dikeroyok Hingga Tewas
Selasa, 21-05-2019 | 19:28 wib
Oleh : Simon, Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Polres Trenggalek telah melaksanakan pemeriksaan dan penyidikan terkait kasus tindak pidana pengroyokan yang mengakibatkan Deni Kurnia Dandi (16) warga Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, meninggal dunia. Polisi pun akhirnya menetapkan 9 tersangka dari 17 yang diduga pelaku.

Sembilan pelaku pengeroyokan yang berada di TKP sebuah pos jaga di Taman Balai Kota Panggul Diantaranya, Nur Rohmad alias Paluh (29) dan Ardi Sutrisno alias Kodek (27), Hutama Tyan Prasetyo (25), Dedy Prasetyo (18), Adhi Candra (23) kelimanya warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Serta Mariyadi (33), warga Desa Prigi, Kecamatan Watulimo Trenggalek domisili di Panggul, Rohmad Bayu Kurniadi keduanya warga Kecamatan Panggul Trenggalek, Apriyanto (21) warga Desa Saringembat, Kecamatan Singgihan, Kabupaten Tuban dan Mimin Dwi Prasetyo (24) warga Desa Gayam, Kecamatan Panggul Trenggalek.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, peristiwa tersebut diduga dilatarbelakangi aksi pencurian makanan ringan di warung milik Nur Rohmad (pelaku).

"Untuk saat ini sembilan orang pelaku pengeroyokan hingga korban meninggal dunia telah diamankan berikut barang buktinya guna proses penyidikan lebih lanjut," kata AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro.

Disampaikan Didit, peristiwa berawal saat pelaku Nur Rohmad yang memiliki usaha warung makanan ringan sering kehilangan stok barang miliknya.

Karena kejadian serupa berulangkali dan merasa dirugikan, maka yang bersangkutan bermaksud mengintai dan menangkap tangan siapa sebenarnya pelaku yang sering mengambil barang dagangan miliknya.

Pada Sabtu 18 Mei 2019 sekitar pukul 23.30 wib, Nur bersama beberapa rekannya sepakat untuk mengintai pelaku di depan kios miliknya yang berada di seputaran Balai Taman Kota Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

Saat melakukan pengintaian, sekitar pukul 02.30 Wib pada Minggu 19 Mei 2019, ia melihat seorang laki-laki mengendarai sepeda motor berhenti dan berjalan menghampiri kios miliknya.
Setelah diamati, laki-laki tersebut ternyata adalah Deni Kurna Sandi. Saat itu dilihat Deni mengambil stok makanan ringan yang disimpan di dalam warung.

Melihat hal tersebut, Nur Rohmad langsung mendekati dan menangkap basah korban. Saat mengamankan dan menangkap tangan korban, Nur dan rekannya Mariyadi serta beberapa pelaku lainnya melakukan perannya dengan cara memukul dengan tangan, menendang korban yang mengenai beberapa bagian tubuhnya.

Setelah itu, sekitar pukul 02.15 wib, para pelaku membawa korban ke Pos Taman Balai Kota Kecamatan Panggul, Trenggalek. Sesampai di pos tersebut korban diintrogasi terkait aksi pencurian dagangan milik Nur Rohmad.

Korban pun mengakui bahwa ia yang mengambilnya dengan alasan lapar, mendengar pengakuan korban tersebut, sembilan terduga pelaku merasa geram dan melampiaskan kekesalannya kepada korban dengan cara melakukan penganiaya secara bersama-sama. Aetelah mendapat perlakuan kekerasan oleh beberapa pelaku tersebut, korban pun tergeletak lemas tak berdaya.

Mengetahui korban tergeletak lemas tidak berdaya, para pelaku mendatangi saudara korban Mohamad Lutfi (status paman) memberitahukan korban butuh pertolongan.

Mendengar informasi tersebut, Lutfi langsung menuju pos jaga taman balai kota panggul. Aetibanya di TKP, pelapor mendapati kondisi korban dalam kondisi lemas tidak berdaya.

Selanjutnya korban dilarikan ke Puskesmas Panggul untuk diberikan pertolongan medis. Setelah mendapatkan perawatan oleh tim medis puskesmas panggul, karena korban mengalami luka cukup parah sekitar pukul 05.00 wib, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Atas kejadian yang menimpa korban tersebut, pelapor yang juga paman korban akhirnya melaporkan ke SPKT Polsek Panggu,l yang selanjutnya ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Trenggalek.

Dari hasil resume autopsi jenasah pemeriksaan luar mengalami luka memar di kelopak mata kanan, dahi, hidung, pelipis, leher, lengan kanan, dada, punggung, bibir, atas dan bawah, testis kiri.

Mengalami hematum pada kepala belakang tanda mati lemas (asfiksia) kuku dan bibir biru, bintik pendarahan pada mata. Sedangkan pemeriksaan dalam, resapan darah pada seluruh kulit kepala bagian dalam, resapan darah pada organ pancreas, perdarahan pada ruang yengko rak dan selaput tegak otak 58 cc dan lambung isi makanan halus.

Untuk penyebab utama kematian korban dikarenakan mengalami pendarahan hebat pada kepala bagian dalam, serta pankreas korban yang hancur.

Pasal yang disangkakan adalah pasal 80 ayat (3) uu nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau pasal 170 ayat (2) ke-3 kuhp dan,atau pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) kuhp dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun pidana penjara. (yos)

Berita Terkait


Mencuri Jajanan Karena Lapar, Seorang Pemuda Dikeroyok Hingga Tewas


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber