Berita Terbaru :
Guru-Guru Menari Sambut Siswa Baru Via Online
Begini Hari Pertama Siswa Madrasah Ibtidaiyah Masuk Sekolah
Sesosok Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Depan Ruko
Duh, Bayi Umur 3 Hari Asal Nganjuk Positif Corona
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Dipinggir Pantai Selatan
Cegah Klaster Pasar Tradisional, Pengunjung Pasar Wajib Masker
Laka Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas TKP
Gubernur Jatim Membuka Masa Orentasi Sekolah Secara Virtual
Menpora Apresiasi PBSI Home Tournament
Xiaomi Siapkan Kejutan Ponsel Unik
Patroli Masker, Risma Perintahkan Kadis Turun Jalan Bagikan Masker
Tanam Sayur Untuk Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19
HNW: Pemerintah Harus Konsekuen Melaksanakan UU Pesantren
Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Begini Respons Gus Jazil MPR
Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU
   

Humor Beneran
Inspirasi DIS  Selasa, 21-05-2019 | 10:55 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Sungguh mati. Selama ini saya hanya menemukan ini di humor: main sex di atas pesawat. Ternyata sungguhan, bahkan sampai jadi urusan pengadilan pula. Di Amerika. Yang bisa jadi cerita ringan. Yang sesekali harus muncul di DIs Way. Toh pembaca DIs Way melarang saya menulis tentang humor yang lain: cebong dan kampret.


Di Amerika yang mirip humor ini menjadi cerita serius. Yang melakukan ini orang yang sangat kaya. Punya beberapa helikopter. Punya pesawat. Korbannya anak di bawah umur. Ini yang juga membuat serius.

Pun perancang pesawat. Juga menganggap ini serius. Tidak disangka kecanggihan teknologi pesawat bisa dimanfaatkan untuk ngeseks di atas pesawat.

Pelaku yang kaya itu berumur 51 tahun. Dua tahun lalu. President director sebuah perusahaan broker keuangan. Warisan dari orang tuanya. Di negara bagian New Jersey. Namanya: Stephen Bradley Mell.

Awalnya bukan salah pengusaha itu. Ia justru menolong teman. Untuk membantu anak teman itu. Sang anak masih gadis. Berumur 16 tahun. Bercita-cita ingin menjadi pilot.

Sang ibu minta tolong Bradley. Agar anaknya diperkenalkan ke dunia pesawat. Bahkan agar mulai dilatih bagaimana bisa menerbangkan pesawat.

Bradley memang memiliki izin menerbangkan pesawat. Ia sudah punya SIM pilot ketika umurnya baru 16 tahun. Di Amerika sangat biasa orang awam memiliki izin pilot.
Pun waktu ke Alaska tahun lalu. Saya melihat satu perkampungan besar. Di setiap depan rumah mereka ada pesawat yang lagi parkir.

Bradley menyanggupi permintaan ibu sang gadis. Bradley pun menjadi mentor gadis itu. Menjadi akrab. Tidak lagi hanya bicara soal pesawat. Juga yang lain-lain. Lama-lama menyerempet soal seks.

Si gadis juga sering dikirimi gambar-gambar. Lewat HP-nya. Lama-lama merembet ke soal oral seks. Lalu dipraktikkan. Di beberapa tempat: di rumah, di hotel, di pesawat.

Bradley juga sering mengirimi gadis itu teks. Lewat SnapChat.

Sering juga Bradley minta foto si gadis. Dalam posisi telanjang. Atau dalam pose yang menggiurkan.

Yang jadi berita besar adalah: di pesawat itu. Semua koran lokal di New Jersey menulisnya sebagai berita besar. Yang jadi sumber tulisan ini. Bahkan koran-koran nasional ikut meramaikannya.

Hari itu Bradley menerbangkan pesawatnya dari Somerset di New Jersey. Hanya berdua dengan si gadis. Menuju Cape Cod di Massachusetts. Pulang-pergi.

Somerset adalah kota kecil di New Jersey. Kota elite. Banyak tokoh tinggal di situ.

Gubernur New Jersey tinggal di situ. Lapangan golf milik Presiden Donald Trump tidak jauh dari situ. Inilah sebuah distrik yang jumlah kudanya lebih banyak dari manusianya.

Cape Cod adalah kota kecil di pinggir pantai di Massachusetts. Jarak itu kira-kira 1 jam penerbangan. Dengan pesawat kecil seperti itu. Melewati atasnya kota New York.

Setelah pesawat mencapai ketinggian yang diizinkan, Bradley memindahkan kemudi ke otomatis. Ke autopilot.

Keduanya lantas pindah ke tempat duduk belakang. Pesawat disuruh terbang sendiri. Terjadilah permainan itu. Di sepanjang penerbangan. Pulangnya juga.

Tentu tidak terpikirkan oleh perancang autopilot: penemuannya bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan seperti itu di udara.

Lama-lama Bradley minta agar si gadis memasang IUD (intrauterine device). Atau minum pil anti hamil. Agar tidak hamil. Bradley terus merengek agar si gadis melaksanakan keinginannya itu.

Sang ibu akhirnya tahu apa yang terjadi. Diadukanlah Bradley. Disertai bukti-bukti. Terutama teks yang pernah dikirim lewat HP.

Semua terkejut. Padahal Bradley punya banyak lembaga sosial. Termasuk menyediakan pesawat untuk keadaan darurat. Bagi yang sakit.

Yang memberatkan Bradley adalah: si wanita masih di bawah umur. Bradley tidak bisa berkelit dengan alasan senang sama suka. UU di Amerika sangat keras untuk kejadian seperti itu.

Saat kasus ini dibawa ke pengadilan Bradley langsung mati kutu. Buktinya terlalu lengkap. Bradley langsung mengakui kesalahannya.

Tidak perlu diadili. Hakim akan langsung menjatuhkan putusan: hari ini waktu Amerika. Atau nanti malam waktu Jakarta.

Hukumannya bisa lima tahun penjara. Ditambah lima tahun lagi kerja sosial.

Bradley tidak ditahan karena membayar uang jaminan. Sebanyak Rp 14 miliar. Ditambah rumah ibunya di South Carolina.

Bradley kini memang tinggal bersama ibunya. Istrinya sudah mengajukan gugatan cerai. Tiga anaknya ikut ibunya.(pul)

Berita Terkait

Dua Buku

Password Yudiu

Juan de Onate

Ledakan Momentum
Berita Terpopuler
Duh, Bayi Umur 3 Hari Asal Nganjuk Positif Corona
Covid-19  52 menit

Laka Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas TKP
Peristiwa  2 jam

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Dipinggir Pantai Selatan
Peristiwa  1 jam

Begini Hari Pertama Siswa Madrasah Ibtidaiyah Masuk Sekolah
Pendidikan  21 menit



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber