Berita Terbaru :
Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Korban Begal Dibacok, Sepeda Motor Dirampas di Lumajang
Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi
Kecelakaan Mobil Vs Motor, 2 Orang Terluka
Terpleset Saat Loncat ke Perahu, Nelayan Panarukan Tenggelam
Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Dampak Covid 19
BKD Jatim Angkat Bicara Terkait Pelantikan Kepala Sekolah
Ratusan Petugas Check Point Penyekatan Ikut Rapid Test
Pemprov Jatim Kembangkan Terapi Plasma Untuk Pasien Covid 19 Dengan Gejala Berat
Terdapat 7 Pasien Gangguan Jiwa RSJ Menur Terpapar Covid 19
Terdapat 130 Kasus Anak Positif Covid 19 di Jatim
Polres Malang Kembali Membuat Kampung Tangguh di Kawasan Kepanjen
Jelang New Normal, Penjual Masker Raup Omset Jutaan Rupiah Tiap Harinya
Uji Coba New Normal, Tempat Layanan Publik Dan Pariwisata Jadi Sasaran
   

Kasus Mutilasi di Malang, Ternyata Korban Dibunuh Dengan Gunting
Peristiwa  Senin, 20-05-2019 | 15:26 wib
Reporter : Rohim Alfarizi
Malang pojokpitu.com, Polisi berhasil mengungkap fakta baru kasus mutilasi di Pasar Besar Kota Malang, 14 Mei 2019 lalu. Pengakuan Sugeng, sebelum dimutilasi, korban dibunuh dengan cara memotong leher korban dengan gunting. Sebelumnya, polisi menyatakan korban meninggal karena sakit.

Hasil penyelidikan mendalam Polres Malang Kota, ditemukan fakta baru bahwa korban meninggal karena di bunuh, bukan meninggal karena sakit, seperti berita sebelumnya.

Menurut Kapolrea Malang Kota, AKBP Asfuri, menjelaskan, pelaku bertemu korban pada tanggal 7 Mei 2019 bukan tanggal 11 Mei 2019. Saat itu korban meminta uang kepada pelaku, karena tidak memiliki uang pelaku memberi makan korban.

Kemudian korban diajak ke lantai 2 pasar besar tempat yang digunakan pelaku tidur. Pelaku sempat mengajak korban berhubungan intim, karena sakit oleh korban ditolak.

"Pelaku sempat memasukkan tangannya ke kemaluan korban dan ke anus korban hingga berdarah dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kemudian oleh pelaku anus disumpal dengan kain dan kemaluan korban dilakban, bahkan telapak kaki korban ditato dengan jarum sepatu," kata AKBP Asfuri.

Pada pukul 00.30 tanggal 8 Mei 2019, korban dibunuh oleh pelaku dengan cara dipotong lehernya dengan menggunakan gunting.

Fakta baru tersebut berdasar barang bukti yang ada dikepolisian, yakni pakaian pelaku dan korban, gunting, sandal, topi, serta jarum, serta kain untuk menyumpal anus korban. (yos)

Berita Terkait

Pemutilasi di Pasar Besar Malang Divonis 20 Tahun Penjara

Kuasa Hukum Terdakwa Hadirkan Ahli Pidana Material

Sugeng Santoso Bantah BAP Polisi

Ada 38 Adegan Dalam Reka Ulang Kasus Mutilasi
Berita Terpopuler
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  14 jam

Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam

Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Sepak Bola  13 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  1 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber