Berita Terbaru :
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
   

Ramaikan Malam Ramadhan, Anak-Anak Bermain Sepak Bola Api
Mataraman  Sabtu, 18-05-2019 | 22:25 wib
Reporter : Agus Bondan
Dibawah pengawasan guru ngaji, halaman masjid berubah menjadi arena permainan ekstrem, sepak bola api. Foto: Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Untuk melatih fisik dan mental, sejumlah anak di Tulungagung meramaikan malam ramadhan dengan bermain sepak bola api.

Masjid diramaikan anak-anak yang tadarus Al Quran. Seperti yang dilakukan anak-anak  Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Dibawah bimbingan seorang guru ngaji, bocah-bocah usia SD dan SMP ini, membaca Al Quran bersama-sama di serambi Masjid Al Mimbar.

Selepas tadarus, mulai dilakukan belasan bocah mulai bermain ekstrem. Memanfaatkan halaman masjid, para bocah ini bermain sepak bola api. Dibawah pengawasan guru ngaji mereka, belasan bocah ini bermain bola dari buah bintaro, yang sebelumnya telah direndam di dalam minyak tanah dan kemudian dibakar.

Meski bola yang digunakan merupakan bola api, tanpa rasa takut, anak-anak ini saling berebut layaknya bermain bola pada umumnya. Dengan bertelanjang kaki, mereka saling menendang bola api, untuk menjebol gawang lawan, yang ditandai dengan tumpukan sandal.

Meski masih anak-anak, mereka sudah terbiasa dan mahir memainkan bola api, tanpa mengakibatkan cidera. Menurut Muhamad Syifa salah satu peserta, justru yang paling sulit adalah menjadi kiper. Karena harus menjaga gawang agar tidak kebobolan. Bahkan harus berani memegang bola api dengan tangan kosong.

Sementara itu Mohamad Roziq Bastomi guru ngaji,
selain untuk menyemarakkan malam ramadhan, permainan sepak bola api juga sebagai pendidikan karakter untuk melatih fisik dan mental anak-anak supaya kuat dan berani.

Permainan sepak bola api ini, merupakan tradisi turun temurun. Biasa dilakukan anak-anak usai tadarus di Masjid Al Mimbar. (pul)






Berita Terkait

Tradisi Akhir Ramadhan Dengan Bermain Bola Api

Ramaikan Malam Ramadhan, Anak-Anak Bermain Sepak Bola Api

Rratusan Warga Berebut Takjil Bubur Arab
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  3 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  16 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  13 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber