Berita Terbaru :
Tak Pakai Masker, Kemudian Warga Ini Dihukum Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Surabaya Aero Club, Comunitas Penghobi Pesawat Siap Beraksi di Jatim
Harapan Penemuan Obat Covid-19 Ada di Lamongan
Regrouping SD, Bangunan Tak Terpakai Dikembali ke Aset
Miliki Nilai Ekonomi Tinggi, Puluhan Hektar Pisang Raja Kresek Dibudi Daya
Panen Raya Hasil Perikanan Blitar, Cukupi Pangan Dimusim Pandemi
Wujudkan Ketahanan Pangan Dengan Manfaatkan Bozem Untuk Budidaya
Penyelenggara Pemilu, Komisioner, PPK PPS dan PPDP Wajib Rapidtes
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan di Kantor BKPP
ASN Dispenduk Capil Kembali Dirapid Test
Tentukan 1 Zulhijjah, Kemenag Jadwalkan Pelaksanaan Ruqyatul Hilal
Penjual Sapi di Pasar Gondang Legi Masih Lesuh Jelang Idul Adha
Tahapan Pilkada Serentak, KPU Pacitan Gelar Rapid Test Massal
   

Komunitas Pembuat Blangkon, Ajari Anjal Bikin Blangkon dan Belajar Agama
Life Style  Jum'at, 17-05-2019 | 16:49 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Tak ingin peninggalan leluluhur luntur, sebuah komunitas pembuat blangkon di Ponorogo, sejak setahun terakhir sudah menampung puluhan anak jalanan dan putus sekolah untuk diajari cara membuat blangkon dengan nilai jual tinggi. Selain mengajari kemandirian, anak anak di tempat ini setiap sore hari juga diberikan pengetahuan agama. yakni mengaji berbagai kitab agama Islam.

Keseharian anak jalanan dan anak putus sekolah yang ditampung Komunitas Waskita Jawi yang ada di Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan, Kabupaten Ponorogo.
 
Setiap usai melaksanakan sholat dhuzur, komunitas ini selalu mengajak para anak jalanan, anak terlantar maupun anak putus sekolah untuk mendalami ilmu agama. Salah satunya dengan mengaji Al Quran maupun kitab yang mengajarkan tentang agama Islam.
 
Kegiatan ini sengaja dilakukan para anggota komunitas untuk membentuk karakter anak - anak menjadi anak yang berguna bagi agama maupun bangsa. Usai mengajari ilmu agama, anak jalanan maupun anak putus sekolah yang ditampung diajarkan untuk membuat blangkon. yakni sebuah mahkota yang terbuat dari kain dan dipakai raja jawa pada zaman dahulu.  
 
Pendiri komunitas sengaja membuat blangkon dan mengajarkan kepada generasi muda untuk membuat blangkon karena saat ini blangkon sudah sulit didapat karena pergeseran tradisi. Padahal, harga jual blangkon sangat tinggi, yakni mulai dari Rp 200 ribu hingga belasan juta rupiah.
 
Tak hanya harga jual tinggi, pembeli produk komunitas yang baru berdiri satu tahun yang lalu ini juga sudah sampai mancanegara. Mulai dari Jepang, Malaysia, Brunei Darusalam hingga Turki.
 
Tak hanya mengajarkan ilmu agama dan kemandirian, sebagian besar keuntungan dari penjualan blangkon digunakan untuk menghidupi anak jalanan maupun anak putus sekolah yang ditampung di tempat ini.(end)

Berita Terkait

Komunitas Pembuat Blangkon, Ajari Anjal Bikin Blangkon dan Belajar Agama
Berita Terpopuler
Penjual Sapi di Pasar Gondang Legi Masih Lesuh Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam

Tahapan Pilkada Serentak, KPU Pacitan Gelar Rapid Test Massal
Kesehatan  11 jam

Surabaya Aero Club, Comunitas Penghobi Pesawat Siap Beraksi di Jatim
Olah Raga  48 menit

ASN Dispenduk Capil Kembali Dirapid Test
Malang Raya  8 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber