Berita Terbaru :
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
   

Ngabuburit Dengan Latihan Rebana
Mataraman  Jum'at, 17-05-2019 | 16:29 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Berbagai macam cara dilakukan guna menunggu berbuka puasa, di Nganjuk puluhan santri pondok pesantren negabuburit dengan dengan latihan memainkan musik islami tradisional, rebana al-banjari, dengan tujuan melestarikan musik islami.

Puluhan santri Pondok Pesantren Baitul Atied di Desa Cepoko Kecamatan Brebek Kabupaten Nganjuk, memilih ngabubrit dengan cara latihan lagu sholawat dan menabuh rebana.

Hal itu dilakukan tiap sore jelang adzan magrib, sesama santri baik santriwan dan santriwati kompak melakukan latihan musik rebana al banjari.

Agar lebih menarik dan enak didengar, para santri ini mengkolaburasikan suara musik rebana dengan gendang, sehingga memunculkan suara musik yang bervariatif.

Sofwanu Zakiyah, salah satu santri, mengatakan, musik islami tradisional itu, sengaja dipilih oleh para santri untuk mengisi dan menunggu waktu berbuka pusa.

"Karena disamping memang sudah hobi, juga ingin melestarikan musik islami, agar tidak kalah dengan musik modern," kata Sofwanu Zakiyah.

Usai latihan rebana, para santri mempersiapkan diri untuk mengumandangkan adzan magrib, dan berbuka puasa di dalam masjid dengan menu has para santri. (yos)

Berita Terkait

Warga Ngabuburit di Pantai Bawah Jembatan Suramadu di Kala PSBB

Sambut Lebaran Dengan Festival Long Bumbung

Ngabuburit Dengan Permainan Perang Meriam Bambu

Siswa TK-SD Ngabuburit Sambil Pencak Silat
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  6 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  3 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  18 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  20 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber