Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Beginilah ratusan nasabah KUD Tri Jaya Desa Sraten, Kecamatan Cluring Banyuwangi saat mendatangi kantor Desa setempat.
KUD Trijaya Bangkrut, Ratusan Nasabah Meradang
Kamis, 16-05-2019 | 16:03 wib
Oleh : Iqbal mustika, Handoko khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Meski pernah berjaya dan memilik aset sebesar 50 Milyart, KUD Trijaya Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi akhire kolap.

Akibatnya, ratusan anggota menggeruduk Balai Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Kamis (16/5) siang untuk menuntut haknya. Pertemuan antara pengurus KUD dan anggota yang difasilitasi oleh Kepala Desa yang berlangsung panas.

Para anggota sekaligus nasabah ini tak sabar untuk mendapatkan uangnya kembali. Pemicu lain, para anggota kecewa uang tabungannya tak bisa dicairkan seperti kabar yang diterima sebelum pertemuan. Harapan warga dari beberapa desa di Kecamatan Cluring ini pun pupus setelah mendengar jawaban pengurus yang kurang memuaskan.

Menurut Subagyo, 11 orang nasabah yang menjadi kliennya mengalami nilai Rp 2,2 miliar lebih. Selama ini para anggota tidak diajak rapat akhir tahun untuk mengetahui kemana uang KUD Trijaya yang selama ini dikelola pengurus.

Dari 11 klien, mereka terdaftar sebagai nasabah Tabungan Simpanan Siagama serta Tabungan Berjangka Santika. Dirinya berharap agar agar ada audit keuangan.

Warga juga menuntut agar pengurus KUD membatalkan penunjukkan lawyer karena koperasi punya anggota, dan mereka menyayangkan Mengapa selama ini pihak pengurus tidak pernah mau bermusyawarah dengan anggotanya.

Kebangkrutan KUD Trijaya memang sangat mengejutkan para nasabah plus anggota. Padahal KUD yang terletak di utara kantor Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi ini dulunya dikenal berjaya dan memiliki aset tabungan lebih dari 50 miliar. Lalu mengapa KUD yang memiliki usaha swalayan tersebut bisa bangkrut.

Alfiah salah satu nasabah mengatakan, Selama ini uang yang ditabung ke KUD tri jaya sebesar Rp 61 juta, itupun bukan miliknya sendiri melainkan uang khas milik pengajian muslimat dan uang milik sekolah taman kanak kanak yang dia kelola. Tak mau disalahkan oleh anggotanya, iapun sampai rela menggantikan uang sebesar Rp 61 juta tersebut dari kantong pribadinya.

Berdasarkan pengakuan Bendahara KUD Trijaya, Bronto Hadi, kolap itu dipicu isu koperasi yang dia kelola bersama pengurus lain mengalami kebangkrutan. Kabar yang cepat meluas ini mengakibatkan penarikan uang tabungan secara besar - besaran.

Jumlah nasabah KUD Trijaya sebanyak 5. 311 dengan nilai tabungan kurang lebih 64 miliar lebih. Rinciannya 56 miliar Tabungan Simpanan Siagama dan Tabungan Berjangka Santika 8 miliar lebih.

"Aset yang dijual milik KUD tersebut memang sudah laku, namun dananya belum dibayar oleh pembeli,dan baru uang muka. Meskipun sudah dibayar pun uangnya tak akan cukup untuk menutup tabungan nasabah," Bronto Hadi.

Bahkan, sejak kasus ini ramai, pengurus KUD Trijaya banyak mendapat somasi oleh beberapa pengacara. Mereka akhirnya meminta pendampingan lawyer. (yos)

Berita Terkait


KUD Trijaya Bangkrut, Ratusan Nasabah Meradang

Nasabah Koperasi Tagih Pencairan Dana


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber