Berita Terbaru :
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Bagi-Bagi Takjil Bubur, Tradisi Bersedekah Sunan Bonang
Mataraman  Kamis, 16-05-2019 | 12:39 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Untuk melestarikan tradisi bersedekah wali songo, warga sekitar komplek pemakaman Sunan Bonang di Tuban, Jawa Timur, menyediakan takjil gratis bagi musafir dan warga sekitar. Mereka membagi-bagikan takjil bubur tulang sapi, yang merupakan resep turun-temurun peninggalan sunan bonang sejak ratusan tahun silam.

Suasana tersebut berada di Komplek Pemakaman Sunan Bonang Kelurahan Kutorejo, Kabupaten Tuban, selama bulan suci ramadhan. Sesudah sholat dhuhur, makam yang menjadi cagar budaya nasional ini mulai terlihat sibuk. Sejumlah warga bergotong royong memasak bubur suruh untuk takjil buka puasa.

Bubur yang lebih dikenal dengan sebutan bubur bonang ini memiliki bahan baku diantaranya, beras, daging sapi, santan kelapa, garam, bumbu rempah, serta irisan bawang putih dan bawang merah. Yang menjadikan bubur bonang beda dengan bubur pada umumnya adalah campuran tulang sapi. Sebab kaldu yang dihasilkan dari rebusan tulang sapi ini memberi rasa khas pada bubur bonang.

Proses memasak berlangsung cukup lama, sekitar tiga jam lebih. dalam proses pembuatannya, bubur harus diaduk terus menerus mulai dari proses awal sampai bubur jadi. Selanjutnya bubur yang telah matang dibiarkan hingga menjelang waktu buka puasa. Makanan sederhana ini sangat ditunggu-tunggu warga sekitar dan para musafir serta peziarah yang melakukan iktikaf di makam sang sunan.

Ridwan, pembuat bubur suruh, mengatakan, bagi-bagi takjil bubur ini merupakan tradisi warga sekitar lokasi pemakaman Sunan Bonang untuk menyediakan takjil bagi musafir dan warga miskin selama bulan ramadhan. Tradisi ini merupakan peninggalan sunan bonang dan telah dilakukan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.

Saat pembagian dimulai, baik anak-anak hingga orang dewasa berkumpul dan rela antri demi mendapatkan sepiring bubur untuk takjil buka puasa. Bubur yang dibuat dengan bumbu rempah-rempah ini cocok untuk menu pembuka, karena terasa dingin dan nyaman di perut setelah seharian berpuasa.

Sunan Bonang merupakan satu dari sembilan wali penyebar agama islam di tanah jawa, kondisi masyarakat yang miskin pada jaman itu membuat sunan bonang dan pengikutnya mencoba bersedekah dengan menyediahkan buka puasa gratis berupa bubur.

Perkembangannya selain diperuntukan bagi warga sekitar, bubur ini juga dibagikan kepada para musafir dan peziarah makam Sunan Bonang yang kebetulan singgah. (yos)

Berita Terkait

Gethuk Lindri Rasa Kurma Ponorogo Laris Manis

Es Permen Karet Menu Buka Puasa Primadona Pelepas Dahaga

Beburu Minuman Takjil Kopi Kurma Dimasa Pandemi Covid-19

Berburu Takjil di Pasar Physical Distancing, Ditengah Penerapan PSBB
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  9 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  7 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  6 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber