Berita Terbaru :
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drive Thru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idul fitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
   

Kejati Jebloskan Mantan Dirut PT DOK ke Tahanan
Hukum  Kamis, 16-05-2019 | 10:27 wib
Reporter : Usrox Indra
Surabaya pojokpitu.com, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Rabu (16/5) sore menahan mantan direktur utama PT DOK dan Perkapalan Surabaya, Riry Syeried lantaran melakukan korupsi pengadaan kapal bekas senilai Rp 63 miliar dari nilai kontrak Rp 100 miliar.

Penahanan Riry Syeried, tersangka korupsi pengadaan kapal di PT DOK Surabaya ini, dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan sejak Rabu pagi. Tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas Satu Surabaya, Cabang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Seperti diketauhi, kasus korupsi di PT DOK Surabaya ini bermula pada tahun 2015 lalu. PT DOK mendapat penyertaan modal negara sebesar Rp 200 milyar, untuk membeli Kapal Floating dok bekas senilai Rp 63 milyar dari Rusia, melalui jasa PT A&C. Dalam perjalanan ke Indonesia, kapal berusia 43 tahun tersebut tenggelam.

Menurut Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Didik Farkhan, sesuai hasil audit yang dilakukan BPK, pengadaan Kapal Floating Dok tersebut telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 63 milyar, serta melanggar ketentuan impor barang modal bukan baru, tentang pengadaan barang dan jasa.

"Selain tersangka mantan Dirut PT DOK dan Perkapalan, dalam kasus ini kami juga telah menahan direktur PT A&C, selaku rekanan dari PT DOK Surabaya," kata Didik. (pul)

Berita Terkait

Mantan Dirut PT Dok dan Perkapalan Surabaya Didakwa 20 Tahun

Presdir Rekanan PT DOK Dituntut 18 Tahun 6 Bulan Penjara

Terungkap Harga Kapal Rusia Proyek PT DOK Hanya Rp 38 Miliar

Kejati Jebloskan Mantan Dirut PT DOK ke Tahanan
Berita Terpopuler
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  2 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  13 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  12 jam

WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Teknologi  11 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan

PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tingg...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber