Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Kejati Jebloskan Mantan Dirut PT DOK ke Tahanan
Kamis, 16-05-2019 | 10:27 wib
Oleh : Usrox Indra
Surabaya pojokpitu.com, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Rabu (16/5) sore menahan mantan direktur utama PT DOK dan Perkapalan Surabaya, Riry Syeried lantaran melakukan korupsi pengadaan kapal bekas senilai Rp 63 miliar dari nilai kontrak Rp 100 miliar.

Penahanan Riry Syeried, tersangka korupsi pengadaan kapal di PT DOK Surabaya ini, dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan sejak Rabu pagi. Tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas Satu Surabaya, Cabang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Seperti diketauhi, kasus korupsi di PT DOK Surabaya ini bermula pada tahun 2015 lalu. PT DOK mendapat penyertaan modal negara sebesar Rp 200 milyar, untuk membeli Kapal Floating dok bekas senilai Rp 63 milyar dari Rusia, melalui jasa PT A&C. Dalam perjalanan ke Indonesia, kapal berusia 43 tahun tersebut tenggelam.

Menurut Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Didik Farkhan, sesuai hasil audit yang dilakukan BPK, pengadaan Kapal Floating Dok tersebut telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 63 milyar, serta melanggar ketentuan impor barang modal bukan baru, tentang pengadaan barang dan jasa.

"Selain tersangka mantan Dirut PT DOK dan Perkapalan, dalam kasus ini kami juga telah menahan direktur PT A&C, selaku rekanan dari PT DOK Surabaya," kata Didik. (pul)

Berita Terkait


Presdir Rekanan PT DOK Dituntut 18 Tahun 6 Bulan Penjara

Terungkap Harga Kapal Rusia Proyek PT DOK Hanya Rp 38 Miliar

Kejati Jebloskan Mantan Dirut PT DOK ke Tahanan

Korupsi Pengadaan Kapal PT Dok dan Perkapalan Mulai Disidangkan


Empat Mantan Direktur PT DOK Dijembloskan ke Rutan

Kejari Periksa Lagi 4 Tersangka Korupsi PT DOK Surabaya

Kejari Perak Eksekusi 2 Terpidana Korupsi PT DOK

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber