Berita Terbaru :
Patroli New Normal, Rapid Tes Didapati 6 Org Reaktif
PGRI Jatim Usulkan KBM Dimulai Januari 2021
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
   

Guru SDN Kombinasikan Antara Materi Pelajaran dan Permainan
Metropolis  Kamis, 16-05-2019 | 09:13 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Seorang guru di SDN Sidotopo I Surabaya mengimplementasikan satu metode belajar kreatif untuk mata pelajaran matematika. Dalam metode ini, para siswa diajak untuk belajar matematika di luar ruang kelas dengan cara bermain.

Riski, guru di SDN Sidotopo I mengajar matematika kepada siswa siswinya yang duduk di bangku kelas 6. Ada yang berbeda dari cara Riski mengajarkan matematika kepada anak didiknya. Jika biasanya belajar matematika identik dengan di dalam kelas dan mendengarkan penjelasan dari guru.

Namun kali ini justru para murid diajak belajar di outdoor dengan sebuah permainan yang menyenangkan.

Metode semacam ini, Riski dapatkan setelah mengikuti program bantu guru melihat dunia di Jepang. Ia mencoba mengimplementasikan di SD tempatnya mengajar.

Metode semacam ini sangat mudah diimplementasikan dan dapat mempermudah para siswa memahami matematika yang dikenal rumit.

Riski menjadi salah satu dari dua orang guru yang berhasil terpilih dan mewakili Indonesia untuk program bantu guru melihat dunia, pada tahun lalu. Selama 10 hari, dirinya mempelajari sistem pendidikan sekolah dasar.(end)

Berita Terkait

Guru SDN Kombinasikan Antara Materi Pelajaran dan Permainan

Hujan Deras Robohkan Ruang Guru SDN 3 Jetis
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  9 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  6 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  21 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  23 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber