Berita Terbaru :
Tak Mampu Beli Kuota Internet, Siswa Belajar Menggunakan HT
Unik, Emak-Emak Duta Masker Polres Blitar Sosialisasikan Bermasker ke Pasar
Dispertan Ngawi Sarankan Petani Alih Tanam Palawija
Timnas Senior dan Timnas U-19 Berharap Tuah Sidoarjo
Rumput Lama Stadion GBT Sudah Mulai Dikupas
Warga Perumahan Sedati Permai Meninggal Mendadak di Dalam Rumah
Sarbusmi Tuntut Pemprov Jatim Kawal Tindakan PHK Sepihak
Pelanggar Dihukum Baca Pancasila dan Menyapu Pasar
Sakit Hati Diputus Cinta, Pria ini Culik dan Sekap Mantan Pacar
Aniaya Dokter Banyuwangi, Tiga Oknum Ormas Diringkus
PDIP Juga Belum Umumkan 5 Calon Daerah di Jatim
BPK Jawa Timur Menang Gugatan Tingkat Pertama di PN Malang
Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Dituding Dukun Santet, Pria Dibunuh Dengan Raket Nyamuk
Ini Alasan PDIP Belum Umumkan Bacalon Walikota Surabaya
   

Tuduh Curang, Ratusan Massa Demo Bawaslu Tuntut Hentikan Situng
Metropolis  Rabu, 15-05-2019 | 18:45 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Ratusan massa dari elemen Rakyat Bersatu Untuk Pemilu Jujur Adil, Rabu siang berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu Jawa Timur Jalan Tanggulangin Surabaya. Dalam aksinya, mereka menuntut situng di KPU dihentikan dan mendiskualifikasi paslon capres - cawapres nomor 01 dengan tuduhan banyak kecurangan. Selain berorasi, mereka membubuhkan tanda tangan di atas spanduk petisi tuntutan untuk diserahkan ke perwakilan Bawaslu Jatim.

Selain berorasi, ratusan anggota elemen rakyat bersatu ini membentangkan poster tuntutan, untuk pemilu jujur dan adil. Mereka yang merupakan pendukung Prabowo-Sandi ini menggelar berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu Jawa Timur, Rabu siang,
 
Dalam orasinya, mereka menyampaikan sembilan tuntutan kepada Bawaslu Jawa Timur. Sembilan tuntutan tersebut beberapa diantaranya adalah meminta penghentian situng di KPU, Bawaslu membentuk tim pencari fakta terkait meninggalnya ratusan petugas KPPS dan mendiskualifikasi paslon capres -cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin, dengan tuduhan temuan penggelembungan suara dan kecurangan. Tak hanya itu, tuduhan tidak adanya netralitas aparatur sipil negara dan aparat penegak hukum, pada pemilu 2019.
 
Sembilan tuntutan ini dicantumkan pada spanduk berisi petisi dan ditandatangani oleh ratusan massa peserta aksi. Selanjutnya, petisi bertanda tangan ini diserahkan kepada pihak Bawaslu Jawa Timur.
 
Koordinator aksi Sufi Syafii mengaku, bahwa pihaknya telah membawa sejumlah bukti kecurangan, diantaranya data penggelembungan suara, rekaman KPU tidak pernah memberikan formulir C-7 sebagai bukti seberapa banyak daftar pemilih . Namun aksi membantah jika aksi ini sebagai bentuk people power. Mereka mengaku telah menempuh jalur konstitusi namun tidak ditanggapi.
 
Mereka mengaku, bahwa aksi tersebut merupakan gelombang aksi yang akan terus dilakukan hingga aspirasi mereka didengar. Hingga kini, pihak Bawaslu Jatim belum bisa dikonfirmasi, karena mendapatkan penjagaan ketat selama proses situng dan sterilisasi yang dilaksanakan aparat kepolisian.(end)
 


Berita Terkait

Bawaslu Temukan Stiker Coklit Tertanggal 23 September

Bawaslu Ponorogo Selediki 2 ASN Yang Ingin Berpolitik

Bawaslu Selidiki 2 PNS Berpolitik

Pilkada Ditengah Covid-19, Bawaslu Perketat Pengawasan Dalam Tahapan
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  11 jam

Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Konsultasi Psikologi  6 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  12 jam

DPRD Nganjuk Desak Agar Usaha Pok Pok Ilegal Ditutup
Politik  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber