Berita Terbaru :
Unik, Emak-Emak Duta Masker Polres Blitar Sosialisasikan Bermasker ke Pasar
Dispertan Ngawi Sarankan Petani Alih Tanam Palawija
Timnas Senior dan Timnas U-19 Berharap Tuah Sidoarjo
Rumput Lama Stadion GBT Sudah Mulai Dikupas
Warga Perumahan Sedati Permai Meninggal Mendadak di Dalam Rumah
Sarbusmi Tuntut Pemprov Jatim Kawal Tindakan PHK Sepihak
Pelanggar Dihukum Baca Pancasila dan Menyapu Pasar
Sakit Hati Diputus Cinta, Pria ini Culik dan Sekap Mantan Pacar
Aniaya Dokter Banyuwangi, Tiga Oknum Ormas Diringkus
PDIP Juga Belum Umumkan 5 Calon Daerah di Jatim
BPK Jawa Timur Menang Gugatan Tingkat Pertama di PN Malang
Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Dituding Dukun Santet, Pria Dibunuh Dengan Raket Nyamuk
Ini Alasan PDIP Belum Umumkan Bacalon Walikota Surabaya
Rekom PDIP Jatuh ke Sugiri dan Lisdyarita
   

Berkah Ramadan, Pesanan Kain Tenun Ikat Bandar Meningkat
Mataraman  Selasa, 14-05-2019 | 22:17 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Benny Kurniawan
Kediri pojokpitu.com, Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi para perajin kain tenun ikat di Sentra Kain Tenun Ikat Bandar Kidul, Kota Kediri. Permintaan kain tenun ikat meningkat sebesar 20 persen dari bulan biasanya.

Kini perajin tengah mengebut pesanan yang datang dari berbagai daerah dengan jumlah ribuan potong, yang harus diselesaikan sebelum lebaran tiba.

Tentu, perajin kain tenun ikat bandar kidul kota kediri medali mas tengah menggenjot pengerjaan pesanan kain. Ada peningkatan pesanan sebesar 20 persen dibanding hari biasanya.

Pesanan datang dari berbagai daerah di Indonesia, jumlahnya tak tanggung-tanggung, mencapai 1000 potong yang harus mereka selesaikan bersama 98 karyawan di minggu kedua puasa ini.

Bahkan karyawan juga harus menyelesaikan pesanan diluar penggunaan lebaran, seperti dari lembaga pendidikan serta mempersiapkan stok sebagai buah tangan yang biasa dicari para pemudik ketika berkunjung ke Kota Kediri.

Yusna Qurrotaayun, generasi penerus Siti Ruqoyah, perajin kain tenun ikat bandar kidul ternama mengaku, kini pesanan sudah ditutup. "Sementara pesanan yang masuk kembali akan dilayani setelah selesainya lebaran, atau konsumen dapat memilih kain dan hasil jadi yang saat ini hanya menyisakan beberapa stok saja di show roomnya," kata Yusna Qurrotaayun.

Tak ada kenaikan harga diramadan kali ini. Harga naik hanya Rp 5 ribu perpotong kain dengan ukuran 2,5 meter sejak adanya kenaikan pajak impor benang sebesar 20 persen, pada awal tahun ini yang dibebankan pada pengrajin tahun lalu.

Kain tenun ikat bandar kidul kota kediri ini ada sejak tahun 1950an. Sempat surut di tahun 1985 dan kembali berjaya hingga saat ini, kini di sentranya terdapat belasan perajin yang terus menciptakan motif dan kreasi baru. Tak hanya pakaian, kain tenun ini juga diaplikasikan pada sepatu dan tas.

Motif dan bahan yang halus membuat kain khas kota kediri ini banyak diminati konsumen. Di moment seperti saat ini para konsumen umumnya mengenakannya untuk di hari idul fitri atau untuk bingkisan parcel yang dibagikan untuk sanak saudara atau karyawan dan kolega bagi perusahaan. (yos)

Berita Terkait

Titin Sudarsa Angkat Tenun Lamongan

Berkah Ramadan, Pesanan Kain Tenun Ikat Bandar Meningkat
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  11 jam

Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Konsultasi Psikologi  5 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  12 jam

DPRD Nganjuk Desak Agar Usaha Pok Pok Ilegal Ditutup
Politik  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber