Berita Terbaru :
Menpora Usulkan Stadion GBT Menjadi Kandidat Pembukaan Piala Dunia U-20
Laka Truk Vs Truk Marinir, Sopir Truk Alami Cidera
Diduga Puluhan Santrinya Positif Covid 19, Pengurus Tutup Sementara Pondok Al-Mubtadiin
Terjaring Operasi Masker, Para Pelanggar Diberikan Pilihan Hukumannya Setelah Diceramahi Camat
Meski Panen Raya, Petani Garam Masih Merugi Karena Hujan yang Masih Turun
Kepala Pusjarah Polri Kunjungi Monument Brimob Bukti Menghalau Belanda Tahun 1949
Hari PMI, Sugiri Bagi Bagi Masker dan Susu Telor
Ipong Muchlissoni Temu Komunitas Pemuda Milenial
Limbah Masker Medis Berserakan di Samping Rumah Sakit Covid
Warga Digegerkan Penemuan Bayi Laki-Laki di Sawah Belakang Puskesmas
78 Bangunan Semi Permanen Tanpa Izin Dirubuhkan
Siswi Berhenti Sekolah Karena Tidak Punya HP
Tak Menguanakan Masker Dengan Benar, Puluhan Awak Bus Jalani Sanksi Sosial
Empat Pj Orkes Dangdut Viral Diberi Sanksi Berlapis
Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan Berhasil Diamanakan Oleh Tim Gabungan Covid Hunter
   

Kenang Tragedi Bom, Warga Ikuti Doa Lintas Agama
Metropolis  Selasa, 14-05-2019 | 21:21 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Peringatan setahun bom yang menggunacang tiga gereja, digelar di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Raya Ngagel Surabaya. Dalam peringatan ini, dihadiri oleh sejumlah korban bom yang mengalami luka-luka, serta tokoh lintas agama. Foto Nanda
Surabaya pojokpitu.com, Sejumlah tokoh lintas agama dan ratusan jemaat gereja, serta warga dari berbagai agama menghadiri acara peringatan setahun bom yang mengguncang 3 gereja di surabaya pada 13 Mei 2018 lalu.

Sebelum melakukan doa lintas agama, puisi-puisi dan nyanyian-nyanyian perdamaian dari perwakilam agama digaungkan pada acara tersebut. Tak hanya itu acara tersebut juga dihadiri sejumlah korban bom. Salah satunya seperti anggota Polsek Gubeng bernama Ipda Ahmad Nurhadi yang harus rela mengalami kebutaan serta luka di kaki hingga membuatnya lumpuh.

Ipda Nurhadi datang ke Gereja Santa Maria Tak Bercela didampingi istrinya. Ipda Nurhadi mengatakan, saat itu dirinya tengah berjaga di pintu gerbang sisi selatan Gereja Santa Maria. Atau tepatnya di pos penjagaan. Kemudian tiba-tiba bom meledak. Sejak saat itulah Ipda Nurhadi sudah tak sadarkan diri. "Namun yang pasti saya sudah ikhlas dan memaafkan para pelaku," kata Ipda Ahmad Nurhadi.

Sementara itu Romo Eka Winarno, Kepala Paroki Gereja Santa Maria Tak Bercela mengatakan, semua yang hadir di acara ini menolak dengan tegas segala bentuk kekerasan dan kejahatan terorisme. Selain itu, doa bersama lintas agama juga digelar sebagai sarana refleksi memperingati tragedi kemanusiaan yang terjadi setahun lalu.

Acara peringatan setahun bom di tiga gereja di Surabaya dipungkasi dengan menyalakan lilin sebagai simbol semangat menghargai kerukunan umat beragama. Serta ditutup dengan doa bersama lintas agama, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di Indonesia. (pul)

Berita Terkait

Kenang Tragedi Bom, Warga Ikuti Doa Lintas Agama

WNI Berinisial KW Lolos dari Bom di Sri Lanka

Ledakan Bom di Gereja Sri Lanka, Dubes: Belum Ada Korban WNI

Rayakan Paskah, 100 Orang Tewas Terkena Ledakan Bom di Sri Lanka
Berita Terpopuler
Pasutri di Ngawi Hidup Serba Keterbatasan
Peristiwa  9 jam

Diduga Rem Blong, Truk Tronton Sasak 4 Rumah di Jalur Wisata Bromo
Peristiwa  6 jam

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis
Metropolis  7 jam

Gudang Mesin Jahit Jalan Veteran Surabaya Ludes Dilalap Api
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber