Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Keluarga PPS Malang Kecam Tuduhan Adanya Tekanan pada Anggota PPS
Selasa, 14-05-2019 | 19:12 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Petugas KPPS yang meninggal dunia saat pemilu 2019 memang banyak dan menimbulkan beberapa pertanyaan terkait penyebab meninggalnya mereka. Isu akan dibongkarnya makam guna dilakukan otopsi ditolak keluarga korban.

Isu terkait meninggalnya petugas KPPS saat pemilu dengan adanya unsur pembunuhan didalamnya, diungkapkan salah satu tim pemenangan pilpres yang mengira petugas KPPS meninggal lantaran adanya pembunuhan.

Sejumlah perangkat desa dan muspika sempat mendatangi beberapa keluarga KPPS yang meninggal saat pemilu yang memang menghabiskan tenaga dan pikiran bagi petugas dalam persiapan hingga pelaksanaan pemilu. Salah satunya keluarga korban atas nama Sunaryo (56) warga Desa Keputihan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Di rumah tersebut, istri petugas KPPS yang meninggal menemui petugas dan langsung diberikan arahan tentang adanya isu bongkar makam jika diminta salah satu tim pemenangan pusat salah satu pasangan, namun langsung menolak adanya bongkar makam, sambil menangis tersengal-sengal guna memohon tidak dilakukan bongkar makam.

Pasalnya, Sujatwati mengetahui bahwa sebelumnya suami terkena penyakit kanker usus dan meninggal 3 hari sebelum pemungutan suara, dan bukan adanya unsur pembunuhan didalamnya, serta murni takdir dari Tuhan.

Menurut Samsul, Kades Keputihan menerangkan, memang meninggalnya Sunaryo murni sakit kanker usus yang diderita sebelumnya, serta sempat diirawat di Puskesmas hingga menghembuskan nafas terakhir 3 hari sebelum pemungutan, dan benar murni takdir bukan adanya unsur pembunuhan seperti minum racun atau sebagainya.

Pihak tim pemenangan yang diisukan memberikan tenggat waktu 7 hari kepada KPU pusat untuk melakukan otopsi bagi para petugas KPPS yang meninggal, sempat ramai diberitakan di media sosial.

Dalam pemilu 2019 yang digabungkan antara pilpres dan pileg, memang benar-benar menguras tenaga dan pikiran, hingga pelaksanaan penghitungan suara yang membuat banyak korban akibat faktor kelelahan. Diduga isu tersebut untuk membuat kacau perhitungan supaya tidak kunjung selesai.(end)

Berita Terkait


Santunan Sakit Belum Cair, Linmas KPPS Meninggal Dunia

Komnas Ham Investigasi Korban Meninggal di KPU

Ada 8 Petugas KPPS Meninggal Dunia, KPU Tulungagung Gelar Doa

Keluarga PPS Malang Kecam Tuduhan Adanya Tekanan pada Anggota PPS


Sandi Prabowo Jadi Ketua KPPS Viral di Medsos

Keluarga Almarhum Purwanto KPPS Desa Gunung Putri Terima Santunan

Hampir Satu Minggu, Petugas KPPS Terbaring Lemas Pasca Menjaga TPS

Petugas KPPS Meninggal Dunia, Tinggalkan Istri Hamil Tua

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber