Berita Terbaru :
Merasa Ditipu , Seorang Kades Lapor ke Polisi
Ratusan Kendaraan Pemudik Dipaksa Putar Balik
Angka Positif Covid Masih Tinggi, Perbatasan Surabaya Gresik Masih Longgar
Risma Bantah Kabar Penuhnya Kamar Isolasi Untuk Pasien Covid-19
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Rob
Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
   

Dindik Jatim Ajukan Negosiasi Agar Peraih Nilai UN Tinggi Tak Hanya 5 Persen
Pendidikan  Selasa, 14-05-2019 | 16:54 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Dinas Pendidikan Jatim mengubah kembali aturan PPDB SMA/SMK tahun 2019. Meski belum secara rinci perubahannya, pihaknya akan memfasilitasi peraih nilai UN tinggi agar tak hanya mendapatkan kuota lima persen.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Hudiyono mengakui, saat ini pihaknya akan mengajukan permohonan terkait detail PPDB ke Kementerian Pendidikan. Sebelum juknis PPDB di launching, yakni meminta kelonggaran bagi siswa dengan nilai ujian nasional tinggi agar tak hanya dibatasi sebesar lima persen, atau tak hanya terpatok pada jalur prestasi. Bahkan bisa memilih di dalam dan luar zonasi.

Diakui Hudiyono, Dindik Jatim memang berpedoman pada Permendikbud No. 51 tahun 2018 tentang zonasi. "Tapi jika menggunakan pedoman tersebut seluruhnya, siswa dengan nilai UN tinggi tidak akan terakomodir dengan baik. Sehingga perlu mengajukan modifikasi PPDB tanpa melanggar Permendikbud," kata Hudiyono, Plt Kadindik Jatim.

Hudiyono memastikan, meski ada sedikit perubahan terhadap PPDB SMA-SMK tahun ini, Dindik Jatim memastikan mengakomodir seluruh lulusan SMP sederajat yang ada, sebesar 590.630. "Daya tampung SMA-SMK negeri dan swasta di Jatim lebih banyak 4.000 siswa sehingga perubahan aturan PPDB tak perlu dirisaukan. Rencananya, proses awal PPDB SMA akan dimulai pada 20 Mei mendatang dengan mengambil pin di sekolah tujuan," tambahnya. (end)

Berita Terkait

Dindik Jatim Ajukan Negosiasi Agar Peraih Nilai UN Tinggi Tak Hanya 5 Persen

Naskah UN SMA Dikirim Lebih Awal. Kenapa ya?
Berita Terpopuler
Banjir Rob di Pantai Blitar, Air Laut Masuk Rumah
Peristiwa  11 jam

Seorang Satpam Bank Jatim Unit Dolopo Positif Corona
Peristiwa  10 jam

Ombak Dengan Ketinggian Hampir 3 Meter Menerjang Kawasan Pantai Malang Selatan
Malang Raya  7 jam

Antisipasi Banjir Rob Susulan, Warga Sine Bangun Tanggul Darurat
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber