Berita Terbaru :
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
   

Peroleh Suara Tertinggi, Ketua DPRD Tulungagung Jadi Tersangka KPK
Mataraman  Selasa, 14-05-2019 | 16:02 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Pasca pengumuman penetapan status tersangka ketua DPRD Tulungagung, Supriyono, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (14/5) malam, suasana kantor DPRD Tulungagung, hingga Selasa (15/5) siang nampak lengang. Halaman parkir yang biasanya penuh kendaraan juga sepi, hanya terdapat beberapa mobil milik staff DPRD dan tamu yang terparkir.

Aktifitas di dalam gedung juga nampak lebih sepi dibanding biasanya, tidak terlihat sedikitpun anggota DPRD yang beraktifitas. Ruang ketua DPRD dan fraksi-fraksi tertutup rapat, hanya terlihat sejumlah staff DPRD yang beraktifitas.

Sementara itu, Supriyono yang mencalonkan diri kembali dalam pemilihan legislatif 2019 ini, ternyata memperoleh suara tertinggi di dapilnya. Dari tiga wilayah kecamatan di Dapil 1 Tulungagung, yakni Tulungagung, Kedungwaru dan Ngantru, Supriyono meraih sebanyak 10 ribu 192 suara. Jumlah tersebut jauh mengungguli rival satu partai, maupun dari partai lain.

Mustofa, Ketua KPU Tulungagung, mengatakan, dengan perolehan suara tersebut, hampir dapat dipastikan Supriyono kembali terpilih menjadi anggota legislatif.

Meski demikian, pihak KPU Tulungagung masih belum menetapkan perolehan kursi secara resmi dan masih menunggu keputusan KPU pusat.

Namun berdasar hitungan sementara dengan metode sainte league, PDIP di Dapil 1 Tulungagung berhak tiga kursi, dan supriyono kursi pertama.

Seperti dalam pengumuman KPK pada Senin malam, ketua DPRD Tulungagung Supriyono, ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap apbd.

Supriyono diduga telah menerima aliran dana sebesar lebih dari Rp 4 milyar  selama periode 2015-2018, dari bupati tulungagung periode 2013-2018, terkait dengan pembahasan, pengesahan hingga pelaksanaan APBD dan APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.

Kasus yang menjerat ketua DPRD Tulungagung ini, merupakan pengembangan dari perkara yang membelit bupati tulungagung non aktif Syahri Mulyo. (yos)

Berita Terkait

KPK Pangil Plt Bupati Tulungagug Sebagai Saksi Supriyono

Peroleh Suara Tertinggi, Ketua DPRD Tulungagung Jadi Tersangka KPK

Ketua DPRD Tulungagung Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

Beredar Surat Panggilan Saksi Dari KPK, Ketua DPRD Tulungagung Menghilang
Berita Terpopuler
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  4 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber