Berita Terbaru :
Ratusan Kendaraan Pemudik Dipaksa Putar Balik
Angka Positif Covid Masih Tinggi, Perbatasan Surabaya Gresik Masih Longgar
Risma Bantah Kabar Penuhnya Kamar Isolasi Untuk Pasien Covid-19
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Rob
Polda Jatim Susun Sasaran Penerima Bantuan Beras
Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19, Jack Brown dan Paul Aro Kok Tak Dipanggil?
Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19, Kapolres Sidak Lokasi
Menurut Ketua DPRD jatim Penerapan New Normal Harus Didukung
Sebanyak 1600 Sampel Menumpuk di LPT Unair
Razia PSBB Jilid III, Masyarakat Masih Banyak Melanggar
Bertambah 5, Jumlah Kasus Covid-19 di Tulungagung 57 Orang
Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
RS Rujukan Covid-19 Overload
Pangkogabwilhan Sidak Percepatan Penanganan Covid-19 Di RS Darurat
PSBB Jilid 3, Pasien Positif di Kawasan Waru Meningkat
   

Begini Kronologis Pembunuhan Eko Hingga Tubuhnya Dibakar di Kebun Jagung
Mataraman  Selasa, 14-05-2019 | 14:17 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Foto Istimewa
Mojokerto pojokpitu.com, Kasus pembunuhan Eko Yuswanto (32) warga Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto sangat sadis. Pelaku P dan rekannya yang saat ini masih buron, benar-benar menaruh dendam terhadap keluarga korban Eko.

Menurut Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiono motif sementara hasil pengakuan terduga pelaku P (38) karena dendam. Pelaku P merupakan warga Desa Kejagan Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang masih bertetangga dengan korban Eko.

Sebelum kejadian naas itu, pelaku P terlibat cek-cok dengan Lailil Fitria istri korban Eko. "Penyebab cek-cok itu masih kami dalami, karena melibatkan pelaku lain yang saat ini masih buron," kata AKBP Sigit Dany Setiono.

Sehari sebelum peristiwa naas itu, Minggu (12/5) pukul 08.00 Wib keluarga melihat Eko Yuswanto (32) pamit kulakan barang rosokan di Mojosari. Korban mengendarai grand max nopol W 9204 NJ biru metalik.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Lailil Fitria sang istri masih menghubungi korban Eko melalui sambungan telpon dan mengatakan ada di Pendopo Agung Trowulan. Kemudian pukul 02.00 Wib, korban menghubungi Lailil Fitria sang istri, bahwa belum muat barang karena gudang Mojosari masih terkunci. Sejak komunikasi terakhir itu, HP korban Eko tidak bisa dihubungi lagi.

Keluarga korban Eko mulai panik dan cemas. Maka Senin siang (13/5) Lailil Fitria sang istri korban melapor ke Polsek Trowulan. Hingga akhirnya muncul kabar ada mayat terbakar di kebun jagung Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiono menduga, korban dibunuh dulu di TKP lain, kemudian mayatnya dibakar di kebun jagung. (pul)

Berita Terkait

Lagi, Geger Tubuh Saifullah Hangus Terbakar di Lahan Tebu

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Tengah Sawah

Kedatangan Jenazah Korban Pembunuhan Disambut Isak Tangis Keluarga dan Warga

Dua Pembunuh Mojokerto Dibekuk, Keluarga Korban Tes DNA
Berita Terpopuler
Banjir Rob di Pantai Blitar, Air Laut Masuk Rumah
Peristiwa  9 jam

Seorang Satpam Bank Jatim Unit Dolopo Positif Corona
Peristiwa  8 jam

Ombak Dengan Ketinggian Hampir 3 Meter Menerjang Kawasan Pantai Malang Selatan
Malang Raya  6 jam

Antisipasi Banjir Rob Susulan, Warga Sine Bangun Tanggul Darurat
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber