Berita Terbaru :
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drivethru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idulfitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
   

Bocah Penjaga Perlintasan Kereta Api
Sosok  Selasa, 14-05-2019 | 02:17 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Memanfaatkan waktu luang untuk membantu keuangan keluarga, seorang bocah di Tulungagung, rela menjadi sukarelawan penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Uang hasil pemberian pengguna jalan yang terkumpul, seluruhnya diberikan pada orang tua, untuk ditabung dan juga keperluan biaya sekolah.

Di perlintasan sebidang kereta api tanpa palang pintu di Desa Gendingan , Kecamatan Kedungwaru , Tulungagung inilah, Dafa Bagus Dwi Saputra , menjadi sukarelawan penjaga perlintasan. Setiap sore bocah berusia 12 tahun ini, memperingatkan para pengendara jika ada kereta yang hendak melintas.

Dafa biasa beraktifitas dari pukul 5 hingga 6 petang, dia menggantikan sukarelawan lain, yang beraktifitas di lokasi tersebut sejak siang hari.

Peran relawan penjaga di perlintasan sebidang tersebut sangat vital, terlebih saat menjelang sore hari, sirine dan lampu peringatan bertenaga surya di lokasi tidak berfungsi. Alat peringatan jika ada kereta yang hendak melintas tersebut tidak berfungsi maksimal, karena baterainya rusak.

Anak kedua dati empat bersaudara ini, dengan cekatan mengatur hilir mudik kendaraan menyeberangi rel kereta. Jika terlihat ada kereta yang hendak melintas, dengan tegas menghentikan seluruh kendaraan.

Aktifitas menjaga perlintasan ini telah dilakukan dafa sejak tiga bulan terakhir. Tidak sedikit, pengguna jalan yang terbantu aksi bocah ini, memberikan uang sekedarnya. Selama satu jam menjaga perlintasan, rata rata dia bisa mengantongi uang antara 10 hingga 30 ribu rupiah.

Perlintasan sebidang sebagai jalur keluar Desa Gendingan ke jalan nasional Tulungagung-Kediri ini cukup ramai. keberadaan sukarelawan dinilai sangat membantu pengguna jalan.

Seluruh hasil uang jerih payahnya tersebut oleh Dafa diberikan kepada ibunya yang juga membuka warung kopi kecil kecilan dirumah untuk di tabung dan biaya sekolah.

Penghasilan keluarga dari ayahnya sebagai tenaga pemungut sampah, dan juga sukarelawan penjaga perlintasan, terbilang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (yos)

Berita Terkait

Banyak Perlintasan Tanpa Palang Pintu Beroperasi di Ngawi

Pemkab Akan Anggarkan Pengadaan 5 Palang Pintu Perlintasan KA

Bocah Penjaga Perlintasan Kereta Api

AWAS ! Terobos Palang Pintu KA, Terancam Pidana Kurungan 3 Bulan
Berita Terpopuler
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  11 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  10 jam

WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Teknologi  9 jam

Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
Olah Raga  8 jam



Cuplikan Berita
Penjelasan Brigjen Sandi Nugroho Terkait Pria Bergamis Adu Mulut di Checkpoin
Pojok Pitu

Oleng, Truk Muat Jeruk Ambruk ke jalan
Pojok Pitu

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Jatim Awan

Cuaca Buruk, Pelabuhan Ketapang Berlakukan Buka Tutup
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber