Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

Bocah Penjaga Perlintasan Kereta Api
Selasa, 14-05-2019 | 02:17 wib
Oleh : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Memanfaatkan waktu luang untuk membantu keuangan keluarga, seorang bocah di Tulungagung, rela menjadi sukarelawan penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Uang hasil pemberian pengguna jalan yang terkumpul, seluruhnya diberikan pada orang tua, untuk ditabung dan juga keperluan biaya sekolah.

Di perlintasan sebidang kereta api tanpa palang pintu di Desa Gendingan , Kecamatan Kedungwaru , Tulungagung inilah, Dafa Bagus Dwi Saputra , menjadi sukarelawan penjaga perlintasan. Setiap sore bocah berusia 12 tahun ini, memperingatkan para pengendara jika ada kereta yang hendak melintas.

Dafa biasa beraktifitas dari pukul 5 hingga 6 petang, dia menggantikan sukarelawan lain, yang beraktifitas di lokasi tersebut sejak siang hari.

Peran relawan penjaga di perlintasan sebidang tersebut sangat vital, terlebih saat menjelang sore hari, sirine dan lampu peringatan bertenaga surya di lokasi tidak berfungsi. Alat peringatan jika ada kereta yang hendak melintas tersebut tidak berfungsi maksimal, karena baterainya rusak.

Anak kedua dati empat bersaudara ini, dengan cekatan mengatur hilir mudik kendaraan menyeberangi rel kereta. Jika terlihat ada kereta yang hendak melintas, dengan tegas menghentikan seluruh kendaraan.

Aktifitas menjaga perlintasan ini telah dilakukan dafa sejak tiga bulan terakhir. Tidak sedikit, pengguna jalan yang terbantu aksi bocah ini, memberikan uang sekedarnya. Selama satu jam menjaga perlintasan, rata rata dia bisa mengantongi uang antara 10 hingga 30 ribu rupiah.

Perlintasan sebidang sebagai jalur keluar Desa Gendingan ke jalan nasional Tulungagung-Kediri ini cukup ramai. keberadaan sukarelawan dinilai sangat membantu pengguna jalan.

Seluruh hasil uang jerih payahnya tersebut oleh Dafa diberikan kepada ibunya yang juga membuka warung kopi kecil kecilan dirumah untuk di tabung dan biaya sekolah.

Penghasilan keluarga dari ayahnya sebagai tenaga pemungut sampah, dan juga sukarelawan penjaga perlintasan, terbilang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (yos)

Berita Terkait


Bocah Penjaga Perlintasan Kereta Api

AWAS ! Terobos Palang Pintu KA, Terancam Pidana Kurungan 3 Bulan

Jadi Titik Kemacetan, Jalan Simpang Perlintasan KA Sukosari Dikaji

Pasutri Penjaga Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu


Jadi Titik Kemacetan, Jalan Simpang Perlintasan KA Sukosari Dikaji

Pasutri Penjaga Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu

Tahun Ini, Sudah 90 Kali Terjadi Kecelakaan di Perlintasan KA

Kesadaran Masyarakat Saat Melintas Perlintasan KA Rendah

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber