Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Sekjen Kemenag Kembali Diperiksa Terkait Kasus OTT Romahurmuzy
Senin, 13-05-2019 | 14:07 wib
Oleh : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sekretaris jenderal Kemenag, Nur Kholis Setiawan, dalam penyidikan kasus suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama 2018-2019.

Nur Kholis diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka dalam yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Pemeriksaan Nur Kholis sebagai saksi merupakan kedua kalinya, setelah sebelumnya KPK juga melakukan pemeriksaan Nur Kholis sebagai saksi.

Untuk hari ini, Nur Kholis diperiksa selama 4 jam sebagai saksi dua tersangka yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala kantor wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Usai menjalani pemeriksaan, Nur Kholis menyampaikan jika pemeriksaanyahari ini terkait mekanisme panitia seleksi. "Hari ini pemeriksaanya perlu adanya konfirmasi yang belum lengkap," kata Nur Kholis.

Sebanyaak 70 saksi sudah diperiksa oleh penyidik KPK terkait kasus jual beli jabatan yang menyeret mantan Ketua PP Rohmahmurmurzy dan Muafak, Ketua Kemenag Gresik dan Haris Hasanudin Ketua Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Tak hanya itu, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin  dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, juga di periksa sebagai saksi di Mapolda Jawa Timur. (yos)

Berita Terkait


Gubernur Jatim Akan Menjadi Saksi Dalam Sidang Kasus Jual Beli Jabatan

Sidang Romy, Jaksa Hadirkan 4 Saksi Dari Pensel

KPK Tambah 30 Hari Lagi Masa Tahanan Romy

Muafaq Curhat Suap 51 Juta ke Romy Usai Dilantik Jadi Kepala Kemenag Kabupaten Gresik


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber