Berita Terbaru :
Sensasi Gowes di Gunung Bromo Disaat Bromo Masih Ditutup Untuk Wisatawan
Dhea Lukita Andriana, Pelajar Asal Tulungagung Dua Kali Terpilih Menjadi Paskibraka Nasional
Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Ditarget, Alun-Alun Surabaya Area Atas Selesai 17 Agustus
Sandang Status Zona Merah, Warga Wonocolo Buat Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19
Pasca P21, Kejaksaan Langsung Serahkan Perkara Sekda Ke Pengadilan Negeri
Gerakan Pemulihan Ekonomi Gubenur Jatim Kunjungi Pabrik Mamin dan Kebun Coklat Mojokerto
Tidak Memiliki Ijazah Profesi, Ribuan Bidan 2025 Terancam Tutup Praktek
Hak Mendaftarkan Cabup Cawabup Bisa Diambil Alih oleh DPP
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona, 20 Karyawan Di-Swab
Kebakaran Hebat Pabrik Pengolahan Kayu
Tiga Siswa Harus Naik Turun Gunung Cari Sinyal Internet
Satu Hakim Positif Covid, 10 Hakim Lainnya Isolasi Mandiri, Sidang Banyak Yang Ditunda
Imun Rentan, Ratusan Ibu Hamil Di-Swab
Satlantas Ponorogo Cari Warga Miskin dan Bagikan Sembako
   

Ketahui Saat Terbaik Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Serviks?
Kesehatan  Senin, 13-05-2019 | 08:10 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Pap smear merupakan salah satu metode efektif yang sudah lama dikenal untuk mendeteksi dini kanker serviks. Dengan lama pemeriksaan tak lebih dari 5 menit, pap smear sudah terbukti memiliki efektivitas yang baik melindungi wanita dari bahaya kanker serviks.

Studi menunjukkan bahwa pap smear mampu menurunkan kematian karena kanker leher rahim sebesar 75 persen. Agar hasilnya optimal, kapan saat terbaik untuk melakukannya?

Tujuan dari pap smear adalah untuk mendeteksi ada atau tidaknya sel yang tidak normal di mulut rahim (serviks). Prosedurnya cukup sederhana. Pertama-tama, pasien berbaring di tempat pemeriksaan. Selanjutnya, dokter akan mengambil sel dari mulut rahim dengan sikat yang kecil dan lembut. Jika sudah, sel yang diambil tersebut akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan pap smear sama sekali tidak sakit, hanya saja bisa terasa sedikit tidak nyaman tapi hanya dalam waktu yang singkat.

Kapan seorang wanita perlu jalani pap smear?

Pap smear sebaiknya mulai dilakukan sejak seorang wanita berusia 21 tahun. Namun, jika terdapat HIV atau memiliki gangguan imunitas tubuh (misalnya karena menjalani kemoterapi atau transplantasi organ), pap smear dianjurkan untuk dilakukan lebih dini.

Jika pap smear menunjukkan hasil yang normal, pemeriksaan tersebut akan diulang setiap 3-5 tahun sekali untuk memastikan bahwa sel-sel di serviks dalam keadaan yang normal.

Namun, jika hasilnya tidak normal, tindak lanjutnya tergantung pada hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis kandungan.

Tindak lanjut dari pap smear yang abnormal bisa berupa mengulang pap smear lagi beberapa minggu sesudahnya, menjalani pemeriksaan kolposkopi (pemeriksaan  untuk melihat mulut rahim dengan menggunakan alat teropong yang dimasukkan ke vagina), dan biopsi.

Selain itu, jika ada sel yang tidak normal di serviks, tindakan pengangkatan sel melalui eksisi (memotong sel yang tidak normal) atau ablasi (menghancurkan sel dengan laser) juga akan dilakukan oleh dokter spesialis kandungan.

Pap smear secara berkala dilakukan setidaknya hingga seorang wanita berusia 65 tahun. Setelah usia 65 tahun, pap smear tidak perlu dilakukan lagi jika tidak pernah mengalami kelainan di serviks atau sudah pernah menjalani operasi pengangkatan rahim.

Sebaliknya, jika wanita di atas usia 65 tahun pernah memiliki hasil pap smear yang tidak normal, pemeriksaan pap smear tetap perlu dilakukan pada waktu yang ditentukan oleh dokter spesialis kandungan.

Waktu yang tepat untuk pap smear

Agar pap smear menunjukkan hasil yang optimal, sebaiknya pap smear dilakukan pada kondisi berikut ini:

1.Tidak sedang haid.
2.Tidak melakukan hubungan intim setidaknya 24 jam sebelum pemeriksaan pap smear dilakukan.
3.Tidak menggunakan pembersih kewanitaan, douche, obat yang dimasukkan ke dalam vagina, atau krim kontrasepsi yang dioleskan ke dalam vagina setidaknya 24 jam sebelum pemeriksaan pap smear dilakukan.
4.Tidak sedang dalam pengobatan untuk mengatasi keputihan akibat infeksi vagina atau serviks.

Jika tidak memperhatikan kondisi-kondisi di atas, hasil yang didapat dari pemeriksaan pap smear akan sulit untuk disimpulkan.

Pap smear juga boleh dilakukan saat hamil. Namun sebaiknya pap smear dilakukan sebelum usia kehamilan menginjak usia 24 minggu. Pap smear pada usia kehamilan di atas 24 minggu biasanya terasa menyakitkan.

Lebih lanjut, jika seorang wanita hendak melakukan pap smear setelah melahirkan, sebaiknya pemeriksaan untuk deteksi dini kanker serviks ini dilakukan setidaknya 3 bulan setelah melahirkan agar hasilnya optimal.

Itu dia saat terbaik untuk melakukan pap smear untuk deteksi kanker serviks. Jika Anda sudah berusia 21 tahun, apalagi sudah aktif secara seksual, sebaiknya segera lakukan pap smear secara rutin sebagai deteksi dini kanker serviks atau mungkin untuk mengetahui kelainan lainnya. Jika masih bingung, Anda bisa menanyakannya kepada dokter spesialis kandungan di fasilitas kesehatan terdekat.(RN/RVS/klikdokter/yos)

Berita Terkait

Ketahui Saat Terbaik Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Serviks?
Berita Terpopuler
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona,...selanjutnya
Covid-19  4 jam

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  10 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  21 jam

Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber