Berita Terbaru :
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drive Thru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idul fitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
   

Liverpool vs Wolverhampton: Trent Pengin Menebus Dosa Steven Gerrard
Sepak Bola  Minggu, 12-05-2019 | 14:36 wib
Reporter :
Liverpool pojokpitu.com, Steven Gerrard masih menjadi role mode banyak pemain Liverpool saat ini, termasuk Trent Alexander-Arnold. Ya, memang tidak akan berbeda dengan pesepak bola Scouser, sebutan bagi orang asli Merseyside, yang lainnya.

Namun, ada satu hal yang masih cacat dalam perjalanan karier Stevie G, julukan Gerrard, saat masih menjadi pemain Liverpool. Gerrard belum pernah mengangkat trofi juara Premier League.

Malahan, dia selalu diingatkan dengan kenangan buruk 27 April 2014. Sang kapten blunder setelah terpeleset dan bola yang dia pegang diserobot bomber Chelsea Demba Ba. Kesalahan itu jadi penyebab The Reds, julukan Liverpool, kalah 0-2 atas Chelsea di Stamford Bridge, London, dan kehilangan momentum menuntaskan penantiannya akan gelar juara Premier League (era Premier League dimulai sejak 1992. Sebelumnya kompetisi kasta tertinggi di Inggris bernama Football League pada 1888 s/d 1892 dan Football League First Division 1892 s/d 1992).

Nah, Trent malam nanti WIB berkesempatan menebus dosa kapten idolanya itu. Sebab, kreativitasnya akan menjadi kunci memenangi matchweek pemungkas kontra Wolverhampton Wanderers di Anfield, Liverpool (Siaran langsung beIN Sports 3 pukul 21.00 WIB). "Sejarah akan terjadi di Anfield," koar bek kanan alumnus akademi Liverpool angkatan 2016 itu dalam situs resmi klub.

Terlepas dari hasil Manchester City yang diuji Brighton & Hove Albion, hanya victory malam nanti yang akah memberi asa Jordan Henderson dkk merengkuh gelar Premier League untuk kali pertama. Efek Trent yang merupakan pemain muda terbaik Liverpool di dua musim terakhir bisa cukup besar.

Terutama dari kreativitasnya dalam mengirim assist-assist bagi rekan seklubnya. Trent bahkan selalu jadi aktor di balik gol-gol Liverpool dalam tiga matchweek terakhir. Dari 10 gol anak asuhan Juergen Klopp itu, empat gol di antaranya kreasi runner up Golden Boy 2018 itu. Dia pun sedang dalam momentum setelah membidani terjadinya dua dari empat gol comeback Liverpool saat melawan Barcelona dalam leg kedua semifinal Liga Champions (8/5).

Cukup baginya menyaksikan Liverpool ditendang Wolves dari putaran ketiga Piala FA, 8 Januari lalu. Kekalahan itu terjadi di Molineux, kandang Wolves. Bukan di Anfield. "Ketika bermain di Anfield, kami adalah tim yang sama sekali berbeda. Bahkan kami lebih baik. Kami punya ribuan fans di belakang kami dan ini adalah atmosfer yang luar biasa," tutur Trent yang ternyata cucu dari perempuan yang pernah punya hubungan spesial dengan Sir Alex Ferguson, Doreen Carling.

Scouse Cafu, julukan Trent, menyebut laga malam nanti sebagai final pertamanya pada musim ini. "Penting bagi kami memberikan semua yang kami miliki dalam dua final itu," ucap Trent. Final lainnya adalah final Liga Champions menghadapi Tottenham Hotspur (2/6). Andai benar-benar membawa Liverpool sebagai kampiun Premier League, maka dia bisa jadi pemain Scouser pertama yang sukses membawa Anfield Gang juara di era Premier League.

Meski begitu, dia bukan orang asli Merseyside pertama yang pernah merengkuh trofi di Premier League. Wayne Rooney yang lebih dulu melakukannya. Bedanya dia bisa mengangkat trofi juara bukan dengan klub Merseyside, Liverpool atau Everton. Melainkan meraihnya pada saat membela Manchester United pada 2006-2007.

Gary Lineker, legenda timnas Inggris yang pernah memperkuat Everton di musim 1985-1986, menyebut Trent bisa jadi salah satu calon legenda dari Melwood, sebutan kamp latihan Liverpool Level Gerrard pun bisa dia samai. "Kelak dia yang akan menjadi kapten Liverpool," puji Lineker yang kini jadi pundit BBC Sport, dalam kicauan akun Twitter-nya @GaryLineker.

Tidak hanya kreativitasnya sebagai sistem pendukung produktivitas trio SMF (Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino). Kolaborasinya dengan Andrew Robertson pun sudah diklaim jadi duo bek sayap yang paling kreatif dalam histori Premier League. Trent dan Robbo, sapaan akrab Robertson, sama-sama mencatatkan 11 assists musim ini. (ren/yos/jpnn)

Berita Terkait

Brighton & Hove Albion vs Manchester City: Menunggu Sihir Aguero

Liverpool vs Wolverhampton: Trent Pengin Menebus Dosa Steven Gerrard

Jadwal Siaran Langsung Sepak Bola Malam Ini, Fokus ke Premier League
Berita Terpopuler
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  2 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  13 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  12 jam

WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Teknologi  11 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan

PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tingg...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber