Berita Terbaru :
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
Ditabrak Minubus, Mobil Fortuner Terjun Ke Sungai
Dua Pengendara Motor Tewas Disruduk Truk
Tutup Selama Pandemi Covid, Pemilik Usaha Water Park Ngawi Rugi Ratusan Juta
Tim Gugus Tugas Tinjau Persiapan Kampus Tangguh
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Persetujuan
BKKBN Jatim Baru Tercapai 70 Ribu Akseptor
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan Gempa
   

Sang Penyebar Agama Islam di Malang
Sosok  Sabtu, 11-05-2019 | 16:27 wib
Reporter : Ali Makhrus
Berita Video : Sang Penyebar Agama Islam di Malang
Malang pojokpitu.com, Ki Ageng Gribig, merupakan seorang tokoh penyebar Islam pada tahun 1600-an. Namun, nama Ki Ageng Gribig juga disebut salah satu sosok yang berperan mendirikan atau babat alas Kota Malang.

Kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig, berada di Jalan Raya Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kota Malang.

Di dalam kompleks pemakaman ini bersemayam jasad tokoh penyebar agama Islam di malang, Ki Ageng Gribig, yang merupakan utusan dari kerajaan mataram islam, pada pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo antara tahun 1613 sampai 1645.

Menurut juru kunci kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig Generasi ke-5, Nur Rosul mengatakan bahwa, beberapa bukti yang menguatkan bahwa Ki Ageng Gribig merupakan seorang ulama terdapat di komplek pemakaman ini.

"Seperti beberapa sisa bangunan yang diyakini sebuah pesantren, bekas tempat wudhu di sumur tua, hingga surau yang digunakan Ki Ageng Gribig mengajar santrinya," kata Nur Rosul.

Terlebih lagi, ia menegaskan, hingga saat ini belum keaslian nama asli Ki Ageng Gribig, terutama versi dari keluarga juru kunci bernama Kyai Ageng Gribig atau Raden Aryo, dan jika ditarik silsilah ke atas sampai pada nama Raden Patah.

"Bisa dikatakan bahwa Kyai Ageng Gribig merupakan keturunan dari Raden Patah," ujar Nur Rosul.

Selain santri Ki Ageng Gribig yang dimakamkan di komplek pemakaman ini terdapat pula makam bupati malang pertama, kedua dan ketiga, yang memerintah pada akhir abad 19 hingga 20. 

Disamping itu, terdapat pula makam bupati surabaya, bupati bondowoso, hingga bupati probolinggo, yang diyakini memiliki hubungan darah dengan Ki Ageng Gribig. (yos)

Berita Terkait

Jayengrono, Penyebar Agama Islam di Ponorogo Timur

Sang Penyebar Agama Islam di Malang
Berita Terpopuler
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan G...selanjutnya
Metropolis  12 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  6 jam

Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Per...selanjutnya
Malang Raya  10 jam

Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Kesehatan  9 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber