Berita Terbaru :
PGRI Jatim Usulkan KBM Dimulai Januari 2021
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
   

Bupati Nganjuk Ancam Pekerja Tol Bila Tak Kunjung Benahi Jalan Rusak
Mataraman  Jum'at, 10-05-2019 | 16:14 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Dampak pengerjaan jalan tol trans jawa yang membuat jalan warga di Kabupaten Nganjuk, menjadi rusak belum juga diperbaiki oleh pihak rekanan pengerjaan jalan tol, padahal alat berat sudah ditarik. Pemerintah Daerah telah memberikan waktu jika pada bulan Mei ini tidak segera dilakukan perbaikan, maka bupati akan melakukan tuntutan.

Meskipun proyek nasional tol trans jawa telah diresmikan sejak tanggal 20 Desember 2018 lalu, namun hal ini masih menimbulkan beberapa permasalahan. Salah satunya dampak kerusakan jalan akibat digunakan truk pengankut material jalan tol.

Di Kabupaten Nganjuk total jalan rusak akibat dampak tol sekitar 300 kilometer yang tersebar di 41 titik. Diantaranya di Desa Putren Kecamatan Sukomoro dan lingkungan Kaliulo Sukomoro Kebupaten Nganjuk.

Kini tol telah berfungsi dan alat alat berat talah diambil oleh pihak pengerjaan tol. Sedangkan warga merasa pihak tol tidak bertanggung jawab setelah tol selesai jalan masih rusak. Menurut warga, Prawito,  akibat jalan rusak ini sering terjadi keecelakaan karena jatuh terkena maupun menghindari lubang.

Sedangkan kondisi jalan yang awalnya aspal sudah mengelupas dan berganti menjadi tanah, "Warga meminta kepada pihak pengerjaan jalan tol untuk segera memperbaiki. Agar pada lebaran tahun 2019 ini, kondisi jalan telah mulus," kata Prawito.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, telah memberikan waktu kepada China Road And Bridge Corporation (CRBC) yang merupakan pihak pengerjalan tol, untuk segera memperbaiki jalan rusak di bulan Mei ini.

"Apabila hal itu tidak segera dilakukan perbaikan maka  pemerintah daerah akan melakukan tuntutan," kata Novi Rahman Hidayat.

Sementara itu, warga meminta kepada pihak pengerjaan tol untuk kembali dan memperbaiki jalan rusak, karena setelah usainya pengerjaan jalan tol semua alat-alat telah ditarik. Namun hal itu tidak disertai dengan perbaikan jalan warga sebagai dampak pengerjaan tol. (yos)

Berita Terkait

Pengalihan Arus Lalin Pengaruhi Konstruksi Jalan dan Jembatan

Pelengsangan Jalan Raya Poros Desa Ranuyoso Ambrol

Warga Sukarela Tambal Jalan Pantura Berlubang

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Rusak Parah, Hambat Aktifitas Warga
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  7 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  5 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  19 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  21 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber