Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Tempo Doeloe 

Kitab-kitab kuno ini terbuat dari kulit dan kertas kwalitas tinggi. Kitab-kitab ini ditulis dengan menggunakan tangan Kyai Ilyas, pendiri pondok pesantren. Bahkan, salah satu penulis kitab kuno ini Kyai Haji Hasyim AsyAri, pendiri Nahdlatul Ulama. Foto Aminuddin Ilham
Kitab Kuno Ratusan Tahun Masih Tersimpan Rapi di Ponpes Mojokerto
Jum'at, 10-05-2019 | 11:05 wib
Oleh : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Enam kitab kuno berumur ratusan tahun, tersimpan rapi di Pondok Pesantren As Sholichiyah. Pondok pesantren ini merupakan yang tertua di Kota Mojokerto.

Kitab kitab kuno ini berada di rumah induk pengasuh pondok pesantren As Sholichiyah KH Muhammad Rofii Ismail di Kelurahan Penarip, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Kitab-kitab kuno tersimpan rapi di lemari kaca dan bisa dibaca dengan jelas.

Enam kitab kuno yang masih disimpan terdiri dari mushaf Al Quran, Tafsir Jalalen, Kitab Fiqih, Nahwu Saraf Kuno dengan manuskrip tahlil. Kitab nahwu berjenjang mulai awamil sampai mutammimah dan seterusnya. Hingga beberapa jenis kitab tasawuf, seperti Kitab Asrarus Sholah atau rahasia sholat, Kitab An Niqoyah yang menerangkan Aqidah Aswaja.

Mengingat usianya sudah ratusan tahun, enam kitab-kitab tersebut tampak usang serta bagian tepinya dimakan rayap. Meski begitu, goresan tinta kitab tulisan tangan menggunakan Abjad Arab itu masih terlihat jelas. Kitab-kitab kuno tersebut, diperkirakan berumur 400 tahun.

Dari enam kita kita kuno dan mushaf alquran,sebagian merupakan tulisan tangan mbah kyai muhammad ilyas,pendiri  pondok pesantren as sholichiyah, yang diperkirakan berumur 200 tahun.kitab dan musaf al quran ditulis dengan tinta dan pensil dari bambu,bahkan,ada beberapa kitab kuno ini terbuat dari kulit asli dan kertas kwalitas tinggi,yang konon didapat dari negara eropa.

Menurut KH Muhammad Rofii Ismail, dari beberapa kitab kuno dan mushaf Al Quran, salah satunya ditulis KH Hasyim Asari yang juga pendiri Nahdlatul Ulama. Kitab tersebut masih tersimpan rapi dan bisa dibaca dengan jelas. "Surat tersebut ditulis pada tahun 1940," kata KH Muhammad Rofii Ismail.

Pondok pesantren As Sholichiyah ini, berdiri pada tahun 1875 oleh Kyai Muhammad Ilyas. Konon Kyai Muhammad Ilyas memiliki kemampuan menulis berbagai kitab, sehingga banyak kitab yang dihasilkan.

"Agar tidak termakan usia yang sudah ratusan tahun, kitab-kitab kuno ini terus tersimpan rapi di lemari kaca dengan diberi kapur barus dan pengharum agar tidak lapuk dan dimakan serangga," kata KH Muhammad Rofii Ismail. (pul)

Berita Terkait


Kitab Kuno Ratusan Tahun Masih Tersimpan Rapi di Ponpes Mojokerto

Dosen yang Jadi Kolektor dan Pemburu Kitab Kuno

Belasan Ribu Pemuda Baca Kitab Suci Pecahkan Rekor MURI

Hari Santri Nasional Pecahkan Rekor MURI Ngaji Kitab Kuning dengan Jumlah Santri Terbanyak


Bulan Ramadhan Menjadi Berkah Bagi Penjual Kitab di Bojonegoro

Belasan Ribu Pemuda Baca Kitab Suci Pecahkan Rekor MURI

Hari Santri Nasional Pecahkan Rekor MURI Ngaji Kitab Kuning dengan Jumlah Santri Terbanyak

Berbekal Kitab dan Telur Komplotan Gendam Gasak Uang Ratusan Juta

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber