Berita Terbaru :
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
Terapkan New Normal, KAI Siapkan Face Shiel untuk Penumpang
Hingga Saat Ini, Belum Ada Jamah Haji Yang Ambil Uang Pelunasan
Tiga Hari Tanpa Pj Sekda, Surat Menyurat Menumpuk di Meja
Cegah Penyebaran Covid 19, Polisi Ajak Ratusan Warga Berjemur
Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Miniatur Kendaraan Berbahan Limbah Tembus Mancanegara
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
KPU Jatim Akan Melakukan Tahapan Pilkada 15 Juni
Oknum LSM Peras Kades Terancam 9 Tahun Penjara
Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Korban Begal Dibacok, Sepeda Motor Dirampas di Lumajang
Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi
   

Kitab Kuno Ratusan Tahun Masih Tersimpan Rapi di Ponpes Mojokerto
Tempo Doeloe  Jum'at, 10-05-2019 | 11:05 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Kitab-kitab kuno ini terbuat dari kulit dan kertas kwalitas tinggi. Kitab-kitab ini ditulis dengan menggunakan tangan Kyai Ilyas, pendiri pondok pesantren. Bahkan, salah satu penulis kitab kuno ini Kyai Haji Hasyim AsyAri, pendiri Nahdlatul Ulama. Foto Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Enam kitab kuno berumur ratusan tahun, tersimpan rapi di Pondok Pesantren As Sholichiyah. Pondok pesantren ini merupakan yang tertua di Kota Mojokerto.

Kitab kitab kuno ini berada di rumah induk pengasuh pondok pesantren As Sholichiyah KH Muhammad Rofii Ismail di Kelurahan Penarip, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Kitab-kitab kuno tersimpan rapi di lemari kaca dan bisa dibaca dengan jelas.

Enam kitab kuno yang masih disimpan terdiri dari mushaf Al Quran, Tafsir Jalalen, Kitab Fiqih, Nahwu Saraf Kuno dengan manuskrip tahlil. Kitab nahwu berjenjang mulai awamil sampai mutammimah dan seterusnya. Hingga beberapa jenis kitab tasawuf, seperti Kitab Asrarus Sholah atau rahasia sholat, Kitab An Niqoyah yang menerangkan Aqidah Aswaja.

Mengingat usianya sudah ratusan tahun, enam kitab-kitab tersebut tampak usang serta bagian tepinya dimakan rayap. Meski begitu, goresan tinta kitab tulisan tangan menggunakan Abjad Arab itu masih terlihat jelas. Kitab-kitab kuno tersebut, diperkirakan berumur 400 tahun.

Dari enam kita kita kuno dan mushaf alquran,sebagian merupakan tulisan tangan mbah kyai muhammad ilyas,pendiri  pondok pesantren as sholichiyah, yang diperkirakan berumur 200 tahun.kitab dan musaf al quran ditulis dengan tinta dan pensil dari bambu,bahkan,ada beberapa kitab kuno ini terbuat dari kulit asli dan kertas kwalitas tinggi,yang konon didapat dari negara eropa.

Menurut KH Muhammad Rofii Ismail, dari beberapa kitab kuno dan mushaf Al Quran, salah satunya ditulis KH Hasyim Asari yang juga pendiri Nahdlatul Ulama. Kitab tersebut masih tersimpan rapi dan bisa dibaca dengan jelas. "Surat tersebut ditulis pada tahun 1940," kata KH Muhammad Rofii Ismail.

Pondok pesantren As Sholichiyah ini, berdiri pada tahun 1875 oleh Kyai Muhammad Ilyas. Konon Kyai Muhammad Ilyas memiliki kemampuan menulis berbagai kitab, sehingga banyak kitab yang dihasilkan.

"Agar tidak termakan usia yang sudah ratusan tahun, kitab-kitab kuno ini terus tersimpan rapi di lemari kaca dengan diberi kapur barus dan pengharum agar tidak lapuk dan dimakan serangga," kata KH Muhammad Rofii Ismail. (pul)

Berita Terkait

Kitab Kuno Ratusan Tahun Masih Tersimpan Rapi di Ponpes Mojokerto

Dosen yang Jadi Kolektor dan Pemburu Kitab Kuno

Belasan Ribu Pemuda Baca Kitab Suci Pecahkan Rekor MURI

Hari Santri Nasional Pecahkan Rekor MURI Ngaji Kitab Kuning dengan Jumlah Santri Terbanyak
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  3 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  4 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  5 jam

Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  17 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber