Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Marhaban Ya Ramadhan 

Unik, Masjid Bertumpu Pada Satu Tiang Kayu Jati Besar Setinggi 27 Meter
Jum'at, 10-05-2019 | 00:15 wib
Oleh : Khusni Mubarok
Berita Video : Unik, Masjid Bertumpu Pada Satu Tiang Kayu Jati Besar Setinggi 27 Meter
Tuban pojokpitu.com, Di Kabupaten Tuban terdapat sebuah bangunan masjid unik berbeda dengan masjid pada umumnya. Yakni masjid bertiang satu dengan tinggi 27 meter berdiameter 85 centimeter. Dalam proses pendirian tiang hanya ditarik dengan bambu tanpa bantuan alat berat.

Adalah Masjid An-Nur Nurul Miftahussofyan di Dusun Gomang Desa Lajulor Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Masjid dibangun tahun 1994, dilingkungan pondok Pesantren Yayasan Wali Songo, memiliki keunikkan, masjid ini bertumpu hanya satu tiang kayu jati besar dengan tinggi 27 meter berdiameter 85 centimeter. Kemudian diatas atap masjid tidak menggunakan kubah pada umumnya seperti almunium, namun dihiasai dengan akar jati.

Kayu jati 27 meter tersebut mengisyaratkan, bahwa nabi muhammad ketika isro dan miroj pada 27 bulan rajab, dan kelima pintu masjid sebagai simbol bahwa Nabi Muhammad, menerima kewajiban ibadah sholat sehari semalam sebanyak lima kali.

Selanjutnya bangunan masjid ini dari depan tiangnya sebanyak empat dan dari belakang juga bertiang empat, kemudian dari tengah bertiang satu. Dengan jumlah sembilan tersebut menggambarkan bahwa agama islam masuk ke indonesia melalui wali sembilan.

KH. Noer Nasroh, pendiri masjid tiang satu, mengatakan, awal mula proses pembangunan masjid ini terbilang diluar nalar manusia. Apalagi kayu 27 meter untuk masuk ke Dusun Gomang sangat sulit, sebab medannya yang berbelok belok dan naik turun.

Terlebih lagi dalam mendirikan tiang utamanya sangat susah, karena tidak menggunakan bantuan alat berat,hanya menggunakan bambu.

"Berkat kekuatan Allah maka tiang utama tersebut bisa berdiri tegak, dan dapat dimanfaatkan untuk syiar agama islam hingga sekarang ini," kata KH. Noer Nasroh.

Pendiri Masjid Kyai Haji Noer Nasroh mengharapkan, jika orang masuk masjid ini, supaya hatinya bisa mengingat kepada Allah subhanahu wata ala yang maha satu dengan kebesaran dan ketinggiannya.

Hingga kini, masjid yang berada di lingkungan ponpes wali sembilan ini, masih di kenal keunikannya. Masjid ini makmur karena menjadi tempat ibadah dan dakwah, bagi para santri ponpes dan masyarakat sekitar.

Selain untuk beribadah para santri, masjid ini juga rutin digunakan para santri dan penduduk sekitar pondok, untuk mengaji dan menjalankan sholat lima waktu. (yos)

Berita Terkait


Masjid Tiban Masih Jadi Daya Tarik Warga dan Jadi Lokasi Berfoto Pengunjung

Masjid Sokambang Salah Satu Masjid Tertua Di Kabupaten Sumenep

Keindahan Masjid Bawah Tanah di Tuban

Masjid Beronamen Mojopahitan Menjadi Jujukan Musyafir


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber