Berita Terbaru :
Melahirkan di RSUD, 4 Orang Ibu Reaktif Covid-19
TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19
Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
   

Nekad Menerobos Pintu Perlintasan Kereta Api, Siap-Siap Didenda Rp 750 Ribu
Mataraman  Kamis, 09-05-2019 | 12:07 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Mengantisipasi terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api saat masa arus mudik dan balik lebaran tahun ini, PT. KAI Daop 7 Madiun, akan melakukan sosialisasi aturan terkait perlintasan kereta api. Aturan yang disosialisasikan adalah undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ pasal 114, bahwa pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal berbunyi dan palang pintu ditutup.

Selanjutnya pengemudi wajib mendahulukan kereta api yang akan lewat, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Wisnu Pramudyo, Vice President Daop 7 Madiun, mengatakan, mengatakan, jika terjadi pelanggaran, maka konsekuensinya adalah pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu sesuai dengan pasal 296.

"Sehingga untuk meminimalisir kecelakaan di palang pintu kereta api, diimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada saat melintasi perlintasan kereta api yang berpalang pintu atau tanpa palang pintu," kata Wisnu Pramudyo.

Di wilayah Daop 7 Madiun sendiri, saat ini terdapat 382 perlintasan antara lain 270 perlintasan resmi, 67 perlintasan liar dan 45 perlintasan tak sebidang, yakni 3 fly over dan 42 underpass.

Di musim arus mudik dan balik lebaran tentunya pihak PT. KAI akan menambah jumlah kereta api dan akan berpengaruh terhadap padatnya jam keberangkatan, sehingga diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dan waspada.

Di Tulungagung sendiri saat ini terdapat 46 titik perlintasan tanpa penjaga, dari jumlah tersebut 24 diantaranya merupakan perlintasan liar. Sedangkan untuk perlintasan resmi yang tidak ada penjaganya, yakni 23 titik dengan rincian 19 titik, sudah dilengkapi dengan Early Warning System (EWS). Namun banyak juga yang tidak berfungsi, sehingga rawan terjadi kecelakaan. (yos)

Berita Terkait

30 Ribu Lebih Tiket KA Mudik Lebaran Belum Dibatalkan

Kai Daop 8 Surabaya Batalkan Semua Perjalanan KA Jarak Jauh, Menengah

KA Surabaya dan Malang Menuju Bandung dan Jakarta Telah Dibatalkan

Dampak PSBB, PT KAI Batalkan Perjalanan KA Sritanjung
Berita Terpopuler
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  12 jam

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Metropolis  4 jam

Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Metropolis  3 jam

Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber