Berita Terbaru :
Melahirkan di RSUD, 4 Orang Ibu Reaktif Covid-19
TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19
Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
   

Selama Bulan Ramadhan Hingga Lebaran, Konsumsi Gas LPG Diprediksi Naik 7 Hingga 9 Persen
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 09-05-2019 | 09:41 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Konsumsi gas LPG di Jawa Timur selama bulan Ramadhan hingga hari raya Lebaran mendatang, diprediksi akan alami kenaikan 7 hingga 9 persen. Kenaikan paling banyak terjadi di sektor rumah tangga, karena banyak yang menggunakan LPG bersubsidi tabung 3 kilogram.

Memasuki bulan Ramadhan dan jelang Lebaran, konsumsi gas LPG di Jawa Timur diprediksi alami kenaikan 7 hingga 9 persen, yang akan terjadi selama bulan Mei hingga Juni.

Jika pada kondisi normal, rata-rata konsumsi LPG bersubsidi tabung 3 kilogram mencapai 97 ribu metric ton per bulan, maka akan naik di kisaran angka 105.300 metric ton. Sedangkan untuk LPG non subsidi akan naik menjadi 6800 metric ton, dari konsumsi normal 6350 metric ton per bulan.

Menurut Rustam Aji, Manager Communication Pertamina Mor V, kenaikan paling tinggi terjadi di sektor rumah tangga, yang banyak menggunakan gas LPG tabung 3 kilogram. Kenaikan ini karena banyak masyarakat memilih memasak sendiri selama Ramadhan atau saat hari raya.

"Tren kenaikan di tiap kabupaten/kota berbeda-beda. Misalnya, di Surabaya, kenaikan hanya saat masa Ramadhan. Sebaliknya di daerah seperti Madura, Tapal Kuda atau Malang justru naik saat Lebaran," ucapnya.

"Untuk proses distribusi sendiri, Pertamina memastikan kelancarannya, karena di Jawa Timur terdapat 352 agen LPG 3 kilogram dan 64 agen LPG non subsidi yang siaga, termasuk 3800 pangkalan LPG, serta SPBU yang menyediakan LPG," tambah Rustam. (end)

Berita Terkait

Konsumsi Gas LPG dan BBM Diprediksi Naik 5 Persen Saat Imlek

Tabung Gas LPG Subsidi Bakal Dicabut Pemerintah, Warga resah

Oplos Ratusan Tabung LPG Subsidi, Tersangka Tidak Ditahan

Jelang Lebaran, Pasokan LPG 3 Kg Ditambah 7 Persen
Berita Terpopuler
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  12 jam

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Metropolis  4 jam

Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Metropolis  4 jam

Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber