Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Foto dok pojokpitu.com
Tarif Ojek Online Naik, Permintaan Layanan Turun
Rabu, 08-05-2019 | 10:09 wib
Oleh :
Jakarta pojokpitu.com, Go-Jek mengalami penurunan permintaan layanan sejak tarif ojek online (ojol) yang baru ditetapkan pada 1 Mei lalu. Chief Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita mengatakan, pihaknya menemukan permintaan layanan menurun di lima kota tempat uji coba. Yakni, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, dan Makassar.

"Ada penurunan permintaan layanan yang cukup signifikan sehingga berdampak pada penghasilan mitra pengemudi," ujarnya, Selasa (7/5).

Meski demikian, Nila menegaskan bahwa perusahaannya berkomitmen mematuhi peraturan Kementerian Perhubungan.

Go-Jek pun terus berusaha meningkatkan permintaan layanan. Salah satu caranya memberikan penawaran khusus seperti diskon tarif. Program seperti itu hanya bersifat sementara.

"Subsidi berlebihan untuk promosi atau diskon tarif memberikan kesan harga murah. Namun, hal ini semu karena promosi tidak dapat berlaku permanen," tambahnya.

Dalam jangka panjang, lanjut Nila, subsidi berlebihan mengancam keberlangsungan industri.
Bahkan, program tersebut bisa menciptakan monopoli dan menurunkan kualitas layanan di industri penyedia layanan berbagai tumpangan ride hailing.

Jika kondisi itu terus berlanjut, pihaknya khawatir berdampak pada keberlangsungan industri.

Kondisi tersebut bisa mengurangi peluang para mitra pengemudi untuk mendapatkan penghasilan lebih.

Pada kesempatan sebelumnya, Grab juga melaksanakan ketentuan Kemenhub.

"Implementasi penyesuaian tarif diharapkan dapat terus diawasi pemerintah selaku regulator," kata Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Grab menegaskan akan terus memonitor pelaksanaan penerapan uji coba tarif serta dampaknya terhadap pendapatan para pengemudi.

"Dalam prosesnya, jika diperlukan, kami akan melakukan langkah-langkah penyesuaian untuk melindungi kesejahteraan mitra," papar Ridzki.

Di pihak lain, Kementerian Perhubungan dikabarkan memperpanjang masa uji coba tarif ojek online di lima kota dari sepekan menjadi 17 hari.

Dengan begitu, kebijakan tarif ojek online tersebut diuji coba pada 1-17 Mei 2019. (agf/c15/oki/jpnn/pul)

Berita Terkait


Pasca Lebaran, Kenaikan Tarif Ojek Online Kembali Stabil

Membedah Plus dan Minus Regulasi Anyar Tarif Ojek Online

Masih Evaluasi Aturan Tarif, Menhub Akui Orderan Ojol Berkurang

Tarif Ojek Online Naik, Permintaan Layanan Turun


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber