Berita Terbaru :
New Normal, Bukit Teletubbies dan Seluruh Objek Wisata Dibuka untuk Kunjungan
Dokter RSJ Menur Meninggal Dunia Terpapar Covid 19
Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar Tuban, Lindra Akan Kembalikan Kejayaan Golkar
Ada Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup Lagi
Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Tuban Justru Turun
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Sidang Dugaan Kriminakisasi Kasus Sabu
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 07-05-2019 | 19:48 wib
Reporter : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Sidang kasus sabu sabu digelar di Pengadilan Negeri Lumajang, Selasa (7/5) siang. Namun pihak pengacara mendaga kasus yang membelit terdakwa ini penuh dengan rekayasa dan kriminalisasi. Sidang yang dimpimpin Ketua Mejelis, Halim Aris, ini mengagendakan pemeriksaan saksi meringankan dari terdakwa.

Terdakwa kasus narkoba adalah Catur Rakit Basuki, di Pengadilan Negeri Lumajang. Dalam sidang dipimpin ketua majelis hakim ,aris dan dua nggotanya ini, terdakwa berkesempatan mencium kaki ibu kandungnya.
Dalam sidang kali ini, mejelis hakim mengagendakan pemeriksaan saksi-saski meringakan dari terdakwa.

Kuasa hukum terdakwa menghadirkan dua orang saksi meringankan, yaitu Emy dan Kapala Desa, Tambakrejo, Supriadi. Namun mejelis hakim tidak mengambulkan pemeriksaan untuk saksi Emy Maryati, karena saksi Ey ada hubungan keluarga dengan terdakwa.

Dalam pemeriksaan ini, kuasa hukum terdakwa mencerca caksi terhadap tanda tangan saksi supriadi pada berita acara pemeriksaan polisi.  Pasalnya, dalam berita acara pemeriksaan polisi, BAP ini, saksi hanya bertanda tangan satu kali saja.  Ternyata dalam berita acara polisi, BAP ada tiga tanda tangan.

Tak hanya itu, dalam BAP itu juga banyak terjadi kejanggalan. Dalam resume pemeriksaan polisi, terdakwa ditangkap pada bulan Januari 2018, tapi sebenaranya penangkapannya pada bulan Sepetember 2018.

Masih dalam BAP,  dalam pemeriksaan dan resemu pemeriksaan tak sama. Dalam BAP tertera nama terdakwa, sedangkan resueme ternama nama orang lain, bahkan pasalnya ancaman pun berbeda.
Bahkan proses awal penyidikan pun, tedakwa tak tak pernah didampingi penasehat hukum. Baru saat sidang ini, terdakwa didampingi penasehat hukum.

Penangkapan terdakwa pun terbilang janggal. pada saat itu terdakwa dititipi lintingan kertas sama temannya Rian, di jalan raya piket nol, candipuro. Namun tak selang beberapa lama, terdkawa ditangkap polisi. Ternyata lintingan kertas ini dua poket sabu.
 
Ironisnya, Rian yang berhasil ditangkap dibiarkan melarikan diri. Padahal, kondisi jalan piket nol diapit tebing dan jurang. Sehingga sulit, bagi seorang melarikan diri.
Atas banyak kejanggalan ini, kuasa hukum meminta majelis hakim menghadirkan saksi anggota polisi, Iptu Haryono. Karena kaur bin opo narkoba ini mengetahui seluk seluk penangkapan terdkawa.

Majelis hakim mengiyakan pemeriksaan ulang saksi-saksi tersebut. Namun dengan syarat kuasa hukum terdakwa menghadirkan sendiri saksi meringankan tersebut.

Sementra itu, Emy Maryati,  menuding kasus yang dialami adik kandungnya ini, Catur Rakit Basuki banyak kejajanggalan atau bisa dikatagorikan ada kriminlisasi.

"Pasalnya, KBO narkoba sempat menyampaikan pada saya akan menungkarkan kasus adiknya ini. Jika polisi tahu terdakwa masih saudara saya," kata Emy Maryati.

Sidang akan ditunda minggu depan, dengan agenda pemeriksaan saksi konfrontir dengan saksi meringankan. (yos)

Berita Terkait

Kurir Sabu 30 Kilogram Divonis Seumur Hidup

Aneh, 5 Terdakwa Pesta Sabu Divonis 1,5 Tahun

Sidang Dugaan Kriminakisasi Kasus Sabu

Ratu Sabu Dituntut 12 Tahun, Denda Rp 1 Miliar
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  16 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  15 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  15 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  13 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber