Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Sidang Dugaan Kriminakisasi Kasus Sabu
Selasa, 07-05-2019 | 19:48 wib
Oleh : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Sidang kasus sabu sabu digelar di Pengadilan Negeri Lumajang, Selasa (7/5) siang. Namun pihak pengacara mendaga kasus yang membelit terdakwa ini penuh dengan rekayasa dan kriminalisasi. Sidang yang dimpimpin Ketua Mejelis, Halim Aris, ini mengagendakan pemeriksaan saksi meringankan dari terdakwa.

Terdakwa kasus narkoba adalah Catur Rakit Basuki, di Pengadilan Negeri Lumajang. Dalam sidang dipimpin ketua majelis hakim ,aris dan dua nggotanya ini, terdakwa berkesempatan mencium kaki ibu kandungnya.
Dalam sidang kali ini, mejelis hakim mengagendakan pemeriksaan saksi-saski meringakan dari terdakwa.

Kuasa hukum terdakwa menghadirkan dua orang saksi meringankan, yaitu Emy dan Kapala Desa, Tambakrejo, Supriadi. Namun mejelis hakim tidak mengambulkan pemeriksaan untuk saksi Emy Maryati, karena saksi Ey ada hubungan keluarga dengan terdakwa.

Dalam pemeriksaan ini, kuasa hukum terdakwa mencerca caksi terhadap tanda tangan saksi supriadi pada berita acara pemeriksaan polisi.  Pasalnya, dalam berita acara pemeriksaan polisi, BAP ini, saksi hanya bertanda tangan satu kali saja.  Ternyata dalam berita acara polisi, BAP ada tiga tanda tangan.

Tak hanya itu, dalam BAP itu juga banyak terjadi kejanggalan. Dalam resume pemeriksaan polisi, terdakwa ditangkap pada bulan Januari 2018, tapi sebenaranya penangkapannya pada bulan Sepetember 2018.

Masih dalam BAP,  dalam pemeriksaan dan resemu pemeriksaan tak sama. Dalam BAP tertera nama terdakwa, sedangkan resueme ternama nama orang lain, bahkan pasalnya ancaman pun berbeda.
Bahkan proses awal penyidikan pun, tedakwa tak tak pernah didampingi penasehat hukum. Baru saat sidang ini, terdakwa didampingi penasehat hukum.

Penangkapan terdakwa pun terbilang janggal. pada saat itu terdakwa dititipi lintingan kertas sama temannya Rian, di jalan raya piket nol, candipuro. Namun tak selang beberapa lama, terdkawa ditangkap polisi. Ternyata lintingan kertas ini dua poket sabu.
 
Ironisnya, Rian yang berhasil ditangkap dibiarkan melarikan diri. Padahal, kondisi jalan piket nol diapit tebing dan jurang. Sehingga sulit, bagi seorang melarikan diri.
Atas banyak kejanggalan ini, kuasa hukum meminta majelis hakim menghadirkan saksi anggota polisi, Iptu Haryono. Karena kaur bin opo narkoba ini mengetahui seluk seluk penangkapan terdkawa.

Majelis hakim mengiyakan pemeriksaan ulang saksi-saksi tersebut. Namun dengan syarat kuasa hukum terdakwa menghadirkan sendiri saksi meringankan tersebut.

Sementra itu, Emy Maryati,  menuding kasus yang dialami adik kandungnya ini, Catur Rakit Basuki banyak kejajanggalan atau bisa dikatagorikan ada kriminlisasi.

"Pasalnya, KBO narkoba sempat menyampaikan pada saya akan menungkarkan kasus adiknya ini. Jika polisi tahu terdakwa masih saudara saya," kata Emy Maryati.

Sidang akan ditunda minggu depan, dengan agenda pemeriksaan saksi konfrontir dengan saksi meringankan. (yos)

Berita Terkait


Kurir Sabu 30 Kilogram Divonis Seumur Hidup

Aneh, 5 Terdakwa Pesta Sabu Divonis 1,5 Tahun

Sidang Dugaan Kriminakisasi Kasus Sabu

Ratu Sabu Dituntut 12 Tahun, Denda Rp 1 Miliar


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber