Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Diperiksa 6 Jam Sebagai Tersangka, Direktur PLN Bantah Terima Fee Proyek
Senin, 06-05-2019 | 21:16 wib
Oleh : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Usai menjalani pemeriksaan selama enam jam oleh penyidik KPK, Direktur PLN Sofyan Basyir, tersangka suap proyek PLTU Riau I, membantah adanya fee yang mengalir kepadanya.

Pada pemeriksaan kali pertama sejak ditetapkan tersangka, dirinya mengaku hanya ditanya soal mekanisme kerjasama proyek dan kapastitasnya sebagai Direktur PLN.

Setelah menjalani pemeriksaan selama enam jam oleh penyidik KPK, Direktur Utama PT PLN non aktif Sofyan Basyir, Senin petang langsung meninggalkan gedung KPK, tanpa tangan terborgol dan baju oranye khas tahanan KPK.

Itu artinya Sofyan, belum ditahan dengan alasan kepentingan penyidik KPK, meski dua pekan berstatus sebagai tersangka.

Dengan didampingi kuasa hukumnya Susilo Ariwibowo, Sofyan Basyir membantah adanya fee yang mengalir kepadanya. Pasalnya, pemeriksaan awal ini masih tahap pada pertanyaan kapasitas sebagai Dirut PT PLN dan mekanisme soal kerjasama proyek PLTU Riau I.

Pada pemeriksaan ini, Sofyan nampak lega, karena tidak ada penahanan. Ia mengganggap kasus yang membelitnya masih memerlukan waktu yang panjang untuk membuktikannya.

Dalam kasus ini, KPK sudah menjerat tiga tersangka, yaitu Eni Saragih, mantan wakil ketua DPR RI, pengusaha mitra PLN Budi Sutrisno Kotjo, dan mantan Menteri Sosial, Idrus Marham. Ketiganya telah divonis bersalah oleh majelis hakim Tipikor, Jakarta Pusat.(end)






Berita Terkait


KPK Periksa Bapeda Tulungagung dan Anggota DPRD

Diperiksa 6 Jam Sebagai Tersangka, Direktur PLN Bantah Terima Fee Proyek

KPK Tahan Anggota DPR RI Bowo Sidik dan Koleganya

Wakil Bupati Mojokerto Diperiksa KPK Selama Enam Jam


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber