Berita Terbaru :
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
ASN Lingkungan Pemkab Jember Rapid Test Massal
Menko PMK Tinjau Penyaluran BST Di Kota Malang
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Yang Akan Kembali Buka
Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test Ulang
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Zona Merah Terdampak Covid 19
Seorang Karyawati Swalayan di Ponorogo Positif Covid 19
Setubuhi Gadis Bawah Umur, 2 Pemuda Tulungagung Ditangkap Polisi
5 Pasien Positif Corona Di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh
   

Caleg Partai Gerindra Madiun Protes ke Bawaslu
Pilkada  Kamis, 02-05-2019 | 05:21 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Calon legislatif dari Partai Gerindra menolak perolehan suaranya dimasukan menjadi perolehan suara Partai Gerindra. Alasanya dirinya sudah jauh hari mundur dari partai.

Calon Legislatif Partai Gerindra Kabuaten Madiun M Saiful Arip merasa keberatan dengan perolehan suaranya pada pemilu serentak 2019  dimasukkan ke suara partai. Sebab dirinya sudah sejak lama mundur dari seluruh kepengurusan Partai Gerindra, bahkan sebelum Pemilu digelar.

"Saya sudah mewanti-wanti kepada KPU agar dicoret, dari DCT. Atau jika terlanjur di DCT, perolehan suara atas nama saya harus tidak dihitung alias hangus," kata M Saiful Arip.

Atas hal itu Saiful Arif melayangkan surat keberatan kepada Bawaslu. Menurut M Saiful Arip, sejak perolehan suaranya dimasukan ke dalam , Partai Gerindra, akhirnya partai tersebut mendapatkan 1 kursi di Dapil 3.

Padahal,  jika suara M Saiful Arip tak dimasukan ke suara partai, Partai Gerindra tak mendapatkan kursi DPRD. Karena selisih antara Partai Gerindra dan PPP di Dapil 3 hanya sekitar 200 suara.

Sementara itu, Nur Anwar Ketua Bawaslu Kabupaten Madiun mengakui, sudah menerima laporan dari Saiful Arif terkait keberatan tersebut. Namun saat ini Bawaslu masih fokus proses penghitungan suara di KPU. "Kami tetap akan menindak lanjuti keberatan dari satu calon legislatif tersebut, melalui pleno anggota Bawaslu," kata Nur Anwar. (pul)

Berita Terkait

Ternyata Bacawali Surabaya Dari Gerindra Seorang Jenderal

Gerindra : Dharmawan Tetap Wakil Ketua DPRD Surabaya

Caleg Partai Gerindra Madiun Protes ke Bawaslu

Waketum Partai Gerindra : La Nyalla Berani Berantas Mafia Pasar
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  11 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  8 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  7 jam

Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber