Berita Terbaru :
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
ASN Lingkungan Pemkab Jember Rapid Test Massal
Menko PMK Tinjau Penyaluran BST Di Kota Malang
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Yang Akan Kembali Buka
Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test Ulang
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Zona Merah Terdampak Covid 19
Seorang Karyawati Swalayan di Ponorogo Positif Covid 19
Setubuhi Gadis Bawah Umur, 2 Pemuda Tulungagung Ditangkap Polisi
5 Pasien Positif Corona Di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh
   

Rilis SCG Berbuntut Laporan ke Bawaslu, Begini Ceritanya
Politik  Rabu, 01-05-2019 | 12:11 wib
Reporter : Pulung Aji
Rilis SCG Research and Consulting dilaporkan ke Bawaslu Kota Surabaya. Foto Istimewa
Surabaya pojokpitu.com, Rilis SCG Research and Consulting berbuntut masalah. Usai mengumumkan hasil riset real count TPS yang telah direkap, SCG Research and Consulting dilaporkan ke Bawaslu Kota Surabaya.

Laporan ini dilayangkan oleh Doni Istyanto Hari Mahdi. Pelapor yang mengatasnamakan masyarakat ini mengungkapkan bahwa laporannya berkaitan dengan dugaan pelanggaran survey hasil Pemilu, Selasa (30/4).

"SCG ini tidak berhak merilis hasil real count. Karena hasil real count ini adalah domainnya KPU. Bukan menjadi hak lembaga survei manapun untuk menggunakan istilah real count. Dikhawatirkan, apabila nanti ada perbedaan, maka bisa menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Misalkan, ada partai yang perolehannya lebih besar daripada hasil rilis SCG. Kan bisa memunculkan saling curiga," ujar Doni.

Ia juga menuding bahwa hasil yang dirilis oleh SCG memiliki keberpihakan khusus kepada salah satu partai politik tertentu.

"Bisa dilihat contohnya di rilis SCG pada halaman 7. Konversi kursi di Dapil 5 Kota Surabaya, PSI yang mendapatkan 5.6 persen memperoleh kursi ke-8. Sedangkan Nasdem dengan 6.25 persen ditempatkan di kursi ke-9. Ini bisa memicu spekulasi politik jika PSI dipersiapkak oknum pejabat Pemkot Surabaya untuk kendaraan politik di Pilwali Surabaya," ujar pria yang didampingi pengacaranya.

Pada kesempatan yang sama, Dwi Istiawan selaku kuasa hukum dari Doni memastikan bahwa Ia bersama tim akan segera melengkapi berkas sesuai ketentuan yang disyaratkan. "Dalam tiga hari pasti kami tuntaskan dan penuhi," tegasnya.(pul)



Berita Terkait

Angka Kriminalitas Menurun Saat Pandemi Covid-19

Bahayakan Kesehatan, Pengadilan Negeri Singkirkan Bilik Disinfektan

Pemkot Surabaya Pastikan Masih Akan Pakai Bilik Sterilisasi

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  11 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  8 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  7 jam

Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber